Remotivi: Kok, Sapi Saja Disensor?

Jika tayangan tersebut sesuai dengan kontekstual, tak perlu disensor?

Selasa, 02 Feb 2016 16:00 WIB

Sapi. (Foto: KBR/Danny)

Sapi. (Foto: KBR/Danny)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Belakangan ini, di media sosial kembali ramai soal sensor salah satu tokoh kartun dalam serial Doraemon. Dalam salah satu episode, gambar tokoh Shizuka yang saat itu sedang memakai bikini diblur. Ada pula tayangan infotainment, saat salah seorang artis memerah susu sapi, ada bagian tubuh sapi yang disensor.

Menurut Direktur Remotivi, Muhamad Heychael, jika tayangan tersebut sesuai dengan kontekstual, tak perlu disensor? Mengapa demikian? Ini penjelasannya. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.