Didik Nini Thowok: Kalau Pria Mau Tampil Jadi Wanita Harus Bagus Dan Berkarakter

KPI harus bisa membedakan konteks seni pertunjukan atau budaya dengan host atau artis pria yang hanya sekedar memberikan hiburan.

Jumat, 26 Feb 2016 12:00 WIB

Budayawan, Didik Ninik Thowok. (didikninikthowok.info)

Budayawan, Didik Ninik Thowok. (didikninikthowok.info)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kembali meminta televisi tak menampilkan pria sebagai pembawa acara (host), talent, maupun pengisi acara lainnya (baik pemeran utama maupun pendukung) dengan tampilan kewanita-wanitaan. KPI mengklaim menerima pengaduan dari masyarakat terkait masih banyaknya program tayang yang menampilkan pria bergaya kewanitaan.

Larangan KPI ini mendapat tanggapan berbeda dari beberapa budayawan. Salah satunya yaitu Didik Nini Thowok. Menurutnya, KPI harus bisa membedakan konteks seni pertunjukan atau budaya dengan host atau artis pria yang hanya sekedar memberikan hiburan.

Ini penjelasannya. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob

  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

pernah melihat atau bahkan mengalami sendiri perlakuan diskriminatif / ujaran kebencian di ruang pendidikan, tempat kerja, lembaga pemerintahan, dan ruang publik lainnya tapi tidak tahu lapor kemana?