Didik Nini Thowok: Kalau Pria Mau Tampil Jadi Wanita Harus Bagus Dan Berkarakter

KPI harus bisa membedakan konteks seni pertunjukan atau budaya dengan host atau artis pria yang hanya sekedar memberikan hiburan.

Jumat, 26 Feb 2016 12:00 WIB

Budayawan, Didik Ninik Thowok. (didikninikthowok.info)

Budayawan, Didik Ninik Thowok. (didikninikthowok.info)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kembali meminta televisi tak menampilkan pria sebagai pembawa acara (host), talent, maupun pengisi acara lainnya (baik pemeran utama maupun pendukung) dengan tampilan kewanita-wanitaan. KPI mengklaim menerima pengaduan dari masyarakat terkait masih banyaknya program tayang yang menampilkan pria bergaya kewanitaan.

Larangan KPI ini mendapat tanggapan berbeda dari beberapa budayawan. Salah satunya yaitu Didik Nini Thowok. Menurutnya, KPI harus bisa membedakan konteks seni pertunjukan atau budaya dengan host atau artis pria yang hanya sekedar memberikan hiburan.

Ini penjelasannya. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wakapolri Tegaskan Tak Ada Pengamanan Khusus terkait Rencana Kembalinya Rizieq

  • JK Bantah Asian Games 2018 Kekurangan Dana
  • 5 Kecamatan di Karo Gelap Gulita Akibat Erupsi Sinabung
  • Netanyahu Kecam Pernyataan PM Polandia Soal Dalang Holocaust

Tidak lama lagi kita akan merayakan pesta rakyat yang diadakan setiap 5 tahun sekali. Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden yang jatuh pada tahun 2019.