Kapal Zahro Expres Terbakar, KNKT: Ada Faktor Buruknya Perawatan Kapal

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menduga buruknya perawatan kapal, menjadi salah satu penyebab terbakarnya kapal Zahro Expres.

Senin, 02 Jan 2017 18:37 WIB

Petugas gabungan mengevakuasi korban kapal motor Zahro Express yang terbakar di Dermaga Muara Angke

Petugas gabungan mengevakuasi korban kapal motor Zahro Express yang terbakar di Dermaga Muara Angke Jakarta. (Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menduga buruknya perawatan kapal, menjadi salah satu penyebab terbakarnya kapal Zahro Expres yang menuju Kepulauan Seribu pada Minggu (1/1/ 2017). Padahal, kapal Zahro Expres diketahui baru dinyatakan lolos uji kelayakan pada 22 Desember lalu.

Sementara faktor lainnya, menurut Ketua tim investigasi KNKT, Aldrin Dalimuten,adalah dari konsleting listrik. Sumber konsleting diduga berasal dari ruang kontrol pendingin ruangan di bagian belakang kapal. Meski begitu, kata Aldrin hal itu masih didalami. Selain itu, KNKT juga kesulitan mencari orang yang bertanggungjawab soal kapal itu.

“Saya kira ada (perawatan yang kurang), tapi belum bisa saya pastikan, karena tentunya kalau kita melakukan perawatan rutin, pengawan rutin itu semua bisa terkondisikan dengan baik. Dugaan sementara bahwa, setelah kami menyelidiki dari kapal sejenis yang ada di Dermaga Muara Angke ini, kami menemukan bahwa kapal ini berbeda dalam hal memiliki AC. Ruangannya pun kedap karena menggunakan AC. Kami coba dalami keterkaitanya dengan struktur bangunan kapal,” ujar Aldrin. Simak penjelasan selengkapnya. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Demi Kesetaraan, Kemenhub Berkeras Batasi Tarif Taksi Online

  • Kasus Hakim Praperadilan Setnov Segera Masuk Sidang Panel KY
  • Kasus Pribumi, Polri Masih Kaji Laporan terhadap Anies Baswedan
  • Pernikahan Usia Anak di NTB Masih Tinggi