Jokowi Undercover, Kapolri: Kemampuan Intelektual Penulis Menengah ke Bawah

Kapolri Tito Karnavian bakal mengusut aktor yang berada di belakang penulisan buku Jokowi Undercover.

Rabu, 04 Jan 2017 18:00 WIB

Polisi menunjukan buku 'Jokowi Undercover'sebagai bukti penangkapan Bambang Tri sebagai tersangka. (Antara)

Sudah membaca atau mendengar tentang buku Jokowi Undercover ? Kini peredaran buku itu tengah ditarik oleh kepolisian. Sang penulis buku Bambang Tri Mulyono pun ditangkap polisi akhir 2016 lalu. Saat ini ia sudah menyandang status tersangka atas dugaan penyebaran ujaran kebencian dan informasi berbau SARA.

Bambang dilaporkan Michael Bimo Putranto. Pelapor yang pernah menjadi anggota DPRD Solo saat Jokowi menjadi wali kota itu mengadukan atas tuduhan finah dan pencemaran nama baik. Ini lantaran di buku setebal ratusan halaman itu menyebut Bimo sebagai adik kandung Presiden Joko Widodo. Aduan lainnya adalah keberhasilan Jokowi-JK terpilih karena keberhasilan media massa membohongi pemilih.

Kapolri Tito Karnavian bakal mengusut aktor yang berada di belakang penulisan buku Jokowi Undercover. Tito mengatakan tulisan Bambang tidak memenuhi kriteria sebagai karya penelitian lantaran hanya didasarkan pada analisis pribadi.

"Yang bersangkutan tidak lulus S1, tamat SMA. Waktu kita interview, mohon maaf, kemampuan intelektualnya relatif menengah ke bawah. Jadi sebetulnya pendapat saya, dia tidak punya kemampuan metodologi untuk melakukan penelitian. Kita akan dalami siapa yang menggerakkan, siapa yang mengajari dia. Karena kemampuan menulisnya berantakan, tidak mengikuti sistematika pelajaran-pelajaran terdidik yang sarjana, sekelas skripsi saja tidakā€ ujar Tito. Simak quote selengkapnya di audio yang kami sajikan. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Demi Kesetaraan, Kemenhub Berkeras Batasi Tarif Taksi Online

  • Kasus Hakim Praperadilan Setnov Segera Masuk Sidang Panel KY
  • Kasus Pribumi, Polri Masih Kaji Laporan terhadap Anies Baswedan
  • Pernikahan Usia Anak di NTB Masih Tinggi