Pemuda dayak menolak kehadiran Wakil Sekretaris Jenderal MUI Pusat, Tengku Zulkarnain. (Sumber: Medsos)

KBR, Jakarta- Warga etnis dayak menolak Wakil Sekretaris Jenderal   Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnaen lantaran pernyataannya dinilai kerap menyakitkan. Sekretaris Majelis Adat Dayak Nasional yang Juga Ketua Harian Dewan Adat Dayak Kalimantan Barat Yakobus Kumis menjelaskan penolakan dilakukan karena sejumlah pernyataan Tengku melukai etnis dayak. Yakobus menyatakan aksi penolakan tidak dilakukan terhadap MUI secara kelembagaan.

Yakobus menjelaskan, kehadiran pemuda dayak dengan mandau semula dimaksudkan untuk menjemput secara adat Cornelis Presiden Majelis Adat Dayak Nasional yang hendak melantik kepengurusan dayak di Sintang. Pelantikan rencananya akan diikuti dengan deklarasi penolakan kehadiran FPI di sana. 

Kata Yakobus, belakangan Cornelis berhalangan hadir dan di saat bersamaan mendengar kabar adanya anggota FPI yang baru datang di bandara Susilo Sintang. Yakobus mengklaim para pemuda dayak itu spontan datang ke bandara untuk menyampaikan penolakan kehadiran FPI tersebut. Selengkapnya kita simak penjelasan  Sekretaris Majelis Adat Dayak Nasional yang Juga Ketua Harian Dewan Adat Dayak Kalimantan Barat Yakobus Kumis.




 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!