Ditolak Etnis Dayak, Waksekjen MUI Batal Mendarat di Sintang

Yakobus menyatakan aksi penolakan tidak dilakukan terhadap MUI secara kelembagaan

Kamis, 12 Jan 2017 19:20 WIB

Pemuda dayak menolak kehadiran Wakil Sekretaris Jenderal MUI Pusat, Tengku Zulkarnain. (Sumber: Medsos)

KBR, Jakarta- Warga etnis dayak menolak Wakil Sekretaris Jenderal   Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnaen lantaran pernyataannya dinilai kerap menyakitkan. Sekretaris Majelis Adat Dayak Nasional yang Juga Ketua Harian Dewan Adat Dayak Kalimantan Barat Yakobus Kumis menjelaskan penolakan dilakukan karena sejumlah pernyataan Tengku melukai etnis dayak. Yakobus menyatakan aksi penolakan tidak dilakukan terhadap MUI secara kelembagaan.

Yakobus menjelaskan, kehadiran pemuda dayak dengan mandau semula dimaksudkan untuk menjemput secara adat Cornelis Presiden Majelis Adat Dayak Nasional yang hendak melantik kepengurusan dayak di Sintang. Pelantikan rencananya akan diikuti dengan deklarasi penolakan kehadiran FPI di sana. 

Kata Yakobus, belakangan Cornelis berhalangan hadir dan di saat bersamaan mendengar kabar adanya anggota FPI yang baru datang di bandara Susilo Sintang. Yakobus mengklaim para pemuda dayak itu spontan datang ke bandara untuk menyampaikan penolakan kehadiran FPI tersebut. Selengkapnya kita simak penjelasan  Sekretaris Majelis Adat Dayak Nasional yang Juga Ketua Harian Dewan Adat Dayak Kalimantan Barat Yakobus Kumis.




 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Perpanjangan Pansus KPK Boroskan Duit Negara

  • Saksi Ahli Novanto Sebut KPK Terlalu Dini Tetapkan Tersangka
  • Densus Antikorupsi Polri Ditargetkan Balikan Uang Negara 900 Miliar Lebih
  • Pemkot Medan Ambil Alih Pasar Pringgan