YLKI: 80 Persen Pengaduan Penumpang Didominasi Dari Lion Air

Benarkah karena Lion Air merekrut orang yang tidak baik, sehingga hal ini terjadi?

Selasa, 05 Jan 2016 13:00 WIB

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Keluhan sejumlah penumpang soal pencurian barang berharga di bagasi pesawat mulai terungkap. Ini setelah rekaman kamera pengawas milik PT Angkasa Pura II memperlihatkan tiga porter Lion Air yang sedang mempereteli koper penumpang di bagian area loading dari meja check in ke gerobak pengangkut bagasi.

Di area ini, seharusnya porter memisah-misahkan bagasi sesuai penerbangan penumpang. Tapi, kesempatan ini justru dimanfaatkan utnuk mencuri barang penumpang. Perbuatan ini terekam pada pertengahan November 2015. Pencuri ini tak bekerja sendiri. Mereka berkelompok dengan sesama porter dan petugas keamanan maskapai sebelum mengutil isi koper.

Benarkah karena Lion Air merekrut orang yang tidak baik, sehingga hal ini terjadi?

Berikut tanggapan dari Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau