Sosiolog Dan Aktivis Gay Indonesia: Larang LGBT Masuk Kampus, Menristek Belajar HAM Dulula

Seorang menteri harusnya tak boleh mendiskriminasi kelompok tertentu.

Senin, 25 Jan 2016 12:50 WIB

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Nasir melarang kelompok lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) untuk tidak masuk kampus. Menurutnya kelompok LGBT bisa merusak moral bangsa, dan kampus sebagai penjaga moral semestinya harus bisa menjaga nilai-nilai susila.

Namun menurut Sosiolog, dan aktivis gay Indonesia Dede Oetomo, seorang menteri harusnya tak boleh mendiskriminasi kelompok tertentu. Mengapa demikian..? Ini alasannya. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Kemendagri Pastikan Coret Anggaran Irasional DKI Jakarta

  • Anggaran Kunker DPRD Bengkak, Sandiaga: Pemprov Hanya Mengikuti Usulan
  • RI Dorong Pengembalian Pengungsi Rohingya
  • Gunung Sinabung Lontarkan Abu Vulkanik Sejauh 2 KM