Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Nasir melarang kelompok lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) untuk tidak masuk kampus. Menurutnya kelompok LGBT bisa merusak moral bangsa, dan kampus sebagai penjaga moral semestinya harus bisa menjaga nilai-nilai susila.

Namun menurut Sosiolog, dan aktivis gay Indonesia Dede Oetomo, seorang menteri harusnya tak boleh mendiskriminasi kelompok tertentu. Mengapa demikian..? Ini alasannya. 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!