Sosiolog Dan Aktivis Gay Indonesia: Larang LGBT Masuk Kampus, Menristek Belajar HAM Dulula

Seorang menteri harusnya tak boleh mendiskriminasi kelompok tertentu.

Senin, 25 Jan 2016 12:50 WIB

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Nasir melarang kelompok lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) untuk tidak masuk kampus. Menurutnya kelompok LGBT bisa merusak moral bangsa, dan kampus sebagai penjaga moral semestinya harus bisa menjaga nilai-nilai susila.

Namun menurut Sosiolog, dan aktivis gay Indonesia Dede Oetomo, seorang menteri harusnya tak boleh mendiskriminasi kelompok tertentu. Mengapa demikian..? Ini alasannya. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP

  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Jokowi: Bantuan untuk Kabupaten Asmat Terkendala Akses Transportasi

  • Pemikul Sabu 30 Kilogram Divonis 20 Tahun
  • Hari Kelima, Kabut Asap Tebal Landa Hong Kong
  • Federer Lolos ke Perempat Final Australia Terbuka

Presiden Joko Widodo menyerukan agar PR anak-anak sekolah tak hanya urusan menggarap soal. Tapi melakukan hal-hal yang terkait kegiatan sosial dan lingkungan.