Pengamat: Mega Kritik Rini, Strategi Komunikasi PDIP Yang Kurang Tepat

Nama Menteri BUMN Rini Soemarno sudah kerap digoyang. Ia seringkali dikabarkan masuk dalam salah satu daftar nama menteri yang dirombak di Kabinet Jokowi-JK.

Senin, 11 Jan 2016 13:00 WIB

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. (Foto: Antara)

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Nama Menteri BUMN Rini Soemarno sudah kerap digoyang. Ia seringkali dikabarkan masuk dalam salah satu daftar nama menteri yang dirombak di Kabinet Jokowi-JK. Nama Rini juga muncul dalam rekomendasi Pansus Pelindo II DPR yang dikomandani Rieke Dyah Pitaloka. Pansus itu merekomendasikan pencopotan Rini. Kemarin, sindiran atau sentilan pencopotan Rini keluar dari mulut Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Sindirian itu ia sampaikan pada pidato pembukaan Rapat Kerja Nasional PDI Perjuangan.

Menurut Megawati, BUMN kini tak lagi mampu menjadi sokoguru perekonomian nasional. Saat ini BUMN hanya diperlakukan sebagai sebuah bisnis dan korporasi. Apakah sindiran ini hanya normatif atau ada kaitannya dengan isu reshuffle?

Berikut tanggapan dari Pengamat Politik dari Saiful Mujani Research and Consulting , Jayadi Hanan. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.