Pendiri Arus Pelangi: LGBT Bukan Persoalan Sosial Atau Dosa

Pendiri Arus Pelangi, tak kaget dengan hal ini.

Rabu, 27 Jan 2016 13:00 WIB

Ilustrasi. (KBR/Bismillah Geelani)

Ilustrasi. (KBR/Bismillah Geelani)

Belakangan, isu kelompok Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) ramai dibicarakan. Awalnya karena ada poster kegiatan dari kelompok pendukung (supporting group) LGBT yang memakai nama dan logo Universitas Indonesia (UI). Diikuti pernyataan Menristekdikti M Nassir yang pelarangan LGBT di kampus. Isu ini akhirnya juga dikomentari beberapa pejabat publik lain, termasuk di antaranya Ketua MPR Zulkifli Hasan, Gubernur Jakarta Ahok, Walikota Bandung Ridwan Kamil hingga bekas Ketua MK Mahfud MD.

Bahkan Ahad lalu, salah satu koran nasional menulis di halaman pertamanya “LGBT Ancaman Serius”. Namun, pendiri Arus Pelangi, tak kaget dengan hal ini. Mengapa? Berikut penuturan Widodo Budi Dharmo.

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Moratorium Reklamasi, Menteri Siti : Pulau C dan D Kurang Satu Syarat, Pulau G Dua Syarat

  • Adik Bos First Travel Ikut Jadi Tersangka
  • Penembakan Deiyai, Tujuh Anggota Brimob dan Kapolsek Akan Jalani Sidang Etik Pekan Depan
  • Tuntut Pembatalan Perppu Ormas, Ratusan Orang Demo DPRD Sumut

Dalam Perbincangan Ruang Publik KBR kali ini, kita akan punya 5 topik utama, penasaran? ikuti perbincangan Ruang Publik KBR