Lapindo Brantas: Lapindo Ngebor Lagi, Kompensasinya Paket Sembako

PT Lapindo ngebor lagi! Maret nanti akan di lakukan pengeboran gas di Tanggulangin, Sidoarjo.

Kamis, 07 Jan 2016 13:00 WIB

Lumpur Lapindo. (TVTempo)

Lumpur Lapindo. (TVTempo)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

PT Lapindo ngebor lagi! Maret nanti akan di lakukan pengeboran gas di Tanggulangin, Sidoarjo.Pengeboran di Sumur Tanggulangin 1 ini, menurut Lapindo perlu segera dilakukan mengingat produksi gas yang ada sekarang mengalami penurunan.

Perusahaan ini juga mengklaim, mendapat desakan pemerintah, dalam hal ini SKK Migas, untuk meningkatkan produksi demi memenuhi kebutuhan gas di Jawa Timur dan sekitarnya.Di samping itu, pengeboran ladang gas ini juga dilakukan untuk membayar utang kepada pemerintah sebesar Rp 781 miliar.

Trauma yang dirasakan warga kalau-kalau kejadian 2006 silam kembali terulang, tak menyurutkan rencana ini. Namun Lapindo sendiri meyakinkan, jika eksplorasi gas kali ini memenuhi prosedur termasuk izin pengelolaan lingkungan.
Apa kompensasi yang akan diberikan kepada warga terkait hal ini.

Berikut penjelasan Arief Setya Widodo , Public Relation Manager Lapindo Brantas, Inc. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Permintaan PAN Mundur Dari Kabinet Bisa Jadi Masukan Presiden

  • Dua Eksekutor Penembak Gajah di Aceh Tengah Ditangkap
  • Diduga terkait Terorisme, Kuwait Usir Duta Besar Iran
  • Marcos Rojo Terancam Absen sampai 2018

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.