Badan Perfilman Indonesia: Masuknya Netflix, LSF Harus Progresif, Jangan Berpikiran Kuno

Namun menurut Ketua Badan Perfilman Indonesia (BPI), Kemala Atmojo, netfllix bentuk dari perkembangan teknologi dan memberi pilihan pada penonton, jadi harusnya bisa diterima.

Rabu, 13 Jan 2016 15:00 WIB

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Layanan streaming video film dan serial televisi dunia, Netflix mulai hadir di Indonesia. Sejak 06 Januari lalu. Layanan ini bebrbayar dan tergolong murah.Tapi, di tengah kemunculannya, lahir juga beberapa kecemasan akan dampaknya. Salah satunya, dari Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Lembaga Sensor Film. masuknya Netflix ke Indonesia dianggap bakal berdampak banyak ke sejumlah hal, seperti pengusaha internet, data centre dan lainnya. LSF, bahkan menemukan ada film-film Netflix ada yang tidak layak tayang, yang pernah ditolak sensornya saat akan tayang di bioskop.

Namun menurut Ketua Badan Perfilman Indonesia (BPI), Kemala Atmojo, netfllix bentuk dari perkembangan teknologi dan memberi pilihan pada penonton, jadi harusnya bisa diterima. Berikut penjelasannya. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Pansus KPK Minta Bertemu untuk Rapat Konsultasi, Ini Tanggapan Jokowi

  • Kasus Palu Arit, Aktivis Tumpang Pitu Didakwa Langgar UU
  • Kloop: Masih Terus Kebobolan, Liverpool Akan Susah
  • Inggris Tangkap Tersangka Ketiga Pengebom di London