Christmas Dinner, Carol Service

Natal lainnya disebut Christmas Dinner atau Jamuan Natal, yang dilakukan kantor atau komunitas sosial ketika memasuki Desember. Kantor yang kaya raya mentraktir karyawan makan dan minum di restoran mewah tanpa batas, sedang yang pas-pasan membatasinya, dan yang miskin -sama seperti komunitas sosial- urunan bareng-bareng.


Carol Service

Namanya memang Jamuan Natal, tapi tak ada urusan dengan kelahiran Yesus Kristus. Bahkan berdoa bersama sebelum makan pun tidak ada. Mungkin bos atau sesepuh komunitas kasih sambutan yang isinya tentang kemajuan perusahaan atau pencapaian komunitas. Dan tak sedikit dari para peserta Jamuan Natal ini yang pulang dalam keadaan mabuk berat.

Kantor saya sudah tidak menggelar acara ini lagi, paling tidak di departemen saya. Terakhir kali dua tahun lalu saja, sudah dijatah porsi makan dan minumnya. Pekan depan saya bersama teman-teman satu kursus akan patungan untuk Jamuan Natal. Di mana? Di restoran Korea.

Natal ketiga adalah Carol Service, dikelola kantor-kantor atau komunitas sosial dan dimulai ketika sudah memasui masa Advent atau empat Hari Minggu sebelum 25 Desember. Kebaktian Kidung –begitulah mungkin terjemahan sederhananya- sudah bermakna spiritualitas kelahiran Yesus namun dengan suasana yang agak ‘ringan’.

Acaranya utama menyenandungkan kidung-kidung klasik yang dikenal semua orang Kristen yang pernah ke gereja saat Natal, seperti Malam Kudus, Gita Surga Bergema, atau Hai Bintang Betlehem. Kidung diselingi dengan pembacaan ayat-ayat Alkitab, dan juga renungan –bukan kotbah- serta doa. Pembacaan ayat, renungan, dan doa tidak dilakukan oleh pendeta atau panitua namun sesama karyawan dan anggota komnunitas.

Kantor saya menggelar Kebaktian Kidung pada Senin 9 Desember di gereja di seberang kantor. Yang menyampaikan renungan adalah seorang manajer senior.

Bersambung ke Dia menggunakan powert point 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!