Ini Pesta Terakhir Esok Kita Kerja

Kita harus bekerja keras, sama kerasnya dengan Jokowi.

Senin, 20 Okt 2014 21:46 WIB

Pelantikan Jokowi, Presiden Jokowi

Pelantikan Presiden terpilih Jokowi menjadi Presiden RI begitu meriahnya. Masyarakat antusias menyambut kedatangan pemimpin baru dengan pesta penyambutan yang meriah, spontan dan penuh kreativitas. Ini tak hanya terjadi di Jakarta, juga di beberapa kota lainnya di Indonesia. Di Jakarta, sepanjang jalan utama Soedirman sampai Thamrin dipenuhi masyarakat yang ingin menyambut presidennya. Malamnya pesta dilanjutkan di monas dengan panggung terbuka. Ini sejarah. Sejarah yang terus membangun harapan-harapan untuk bangkit dari keterpurukan. Selama harapan itu masih ada, Indonesia akan selalu ada.


Ya, Jokowi membawa harapan akan adanya perubahan di negeri ini. Harapan yang harus segera diwujudkan melalui kerja keras, kerja nyata yang diiringi dengan niat baik untuk membangun bangsa. Kita yang mendukung Jokowi sampai beliau terpilih menjadi Presiden RI, harus bertanggung jawab atas pilihan kita. Tanggung jawab dalam bentuk menjaga agar pemimpin yang kita pilih tetap amanah, tetap bersih, rendah hati, dan yang paling utama: merealisasikan janji kampanyenya. Kita menjaganya dalam bentuk menghindari tuntututan yang justru membebani dirinya. Kita menjaganya dalam bentuk selalu mengingatkannya akan jebakan-jebakan kekuasaan. Sebab kita menginginkan Jokowi nanti adalah Jokowi seperti saat ini, Jokowi yang pro rakyat. 


Selain menjaganya, kita perlu membantu Jokowi dengan gagasan-gagasan baru yang bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat. Kita harus bekerja keras, sama kerasnya dengan Jokowi, melalui kerja-kerja pengorganisasian di tingkat bawah. Dan dalam Temu Raya Almisbat II, saya dan teman-teman sepakat bahwa penguatan kerja-kerja pengorganisasian tersebut, harus memiliki aspek peningkatan ekonomi di masyarakat. Kita mulai menyusun program kerja selama 2 tahun untuk memastikan capaian tersebut dapat kita raih.  Itulah bentuk transformasi yang dilakukan oleh Almisbat, yang sebelumnya dibangun untuk menorganisir relawan untuk mendukung Jokowi, menjadi organisasi yang lebih permanen untuk melakukan kerja-kerja pengorganisasian ekonomi rakyat. 


Proses transformasi itu penting, mengingat modal sosial yang dimiliki Almisbat dan organisasi relawan lainnya begitu hebatnya. Jaringan yang cukup luas, sikap kerelawanan, dan gagasan, 3 modal yang sangat penting untuk membangun bangsa, jangan sampai hilang.  Justru saat ini,  pemimpin dan bangsa ini membutuhkannya modal sosial tersebut untuk bangkit. Selamat bagi Jokowi, selamat bekerja. Jadikan kepercayaan masyarakat sebagai motivasi untuk selalu bekerja, bekerja dan bekerja.



Penulis adalah Ketua Dewan Nasional Almisbat 


Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Polisi Anggap Penembakan Deiyai Sebatas Pelanggaran Etik

  • Fasilitas di RUSD PPU Tak Optimal Karena Kekurangan Daya Listrik
  • Perempuan India Gugat Cerai Karena Tak Ada Jamban
  • Zidane Tak Suka Penggawanya Dihadiahi Kartu Merah

Untuk berpergian atau datang dari luar negeri, memerlukan perhatian khusus terlebih pada barang bawaan, apa saja ketentuannya agar tidak menyalahi aturan?