john lennon, the beatles, green card, paul mccartney

Dari The Quarrymen, Long John and The Silver Beatles, hingga menjadi The Beatles, terus terjadi gonta-ganti personel. Tapi Lennon dan McCartney - dua sahabat karib tersebut - selalu menjadi anggota tetap band yang mereka bentuk.Pada akhirnya formasi The Beatles hanya beranggotakan John Lennon, Paul McCartney, George Harrison, dan Ringo Star. Empat sekawan ini juga dikenal dengan sebutan The Fab Four.

John dan Paul mempunyai ikatan yang sangat erat sebagai sahabat. Perasaan senasib karena ibu mereka meninggal pada saat mereka masih remaja, adalah pemicu utamanya. Ibu Paul meninggal akibat kanker payudara  pada saat ia berusia 14 tahun. Sementara John kehilangan ibunya akibat kecelakaan lalu lintas di Menlove Avenue di usia 17 tahun.
 
Perasaan senasib itu pula yang akhirnya menelurkan paten ‘Lennon-McCartney’ pada hampir setiap lagu The Beatles, sekaligus menjadi partner pencipta lagu yang paling sering dibawakan ulang ( cover version ) lagu-lagunya oleh artis lain di seluruh dunia. Salah satu lagu yang paling sering dibawakan ulang adalah  Yesterday , yang mempunyai  2.200 cover versions.

Tidak terhitung musisi papan atas linta zaman yang mengagumi karya mereka, sekaligus mengaransemen ulang lagu-lagunya. Diantaranya adalah Joan Baez dengan lagu Eleanor Rigby, George Benson dengan lagu Here, There, and Everywhere, Sting dengan lagu A Day in the Life, Aerosmith dengan lagu Come Together, ataupun Maroon Five dengan lagu If I Feel, yang juga merupakan lagu favorit Kurt Cobain dan sering ia nyanyikan apabila konser Nirvana mengalami problem teknis.

Bersama The Beatles, John menginvasi dunia. Pada tahun 1963, Please- Please Me, album pertama The Beatles, menduduki puncak tangga lagu Britania Raya selama 30 minggu, sampai akhirnya ditembus dengan album mereka sendiri With The Beatles yang juga bertengger selama 22 minggu, di puncak tangga lagu. Demikian juga dengan single She Loves You yang menembus angka penjualan sebanyak 1 juta keping.

Pada awal tahun 1964, single I Want to Hold Your Hand, menembus angka penjualan sebesar 2,6 juta keping di Amerika Serikat hanya dalam waktu 2 minggu. Sukses awal tersebut hanyalah sedikit contoh dari kesuksesan John bersama The Beatles sampai album terakhir mereka, Let It Be pada tahun 1970. Pada tanggal 10 April 1970, Paul McCartney resmi mengundurkan diri dari The Beatles, sekaligus menandakan bubarnya The Beatles.

Setelah The Beatles bubar, John mengeluarkan album pertamanya bersama Plastic Ono Band yang diberi nama John Lennon/Plastic Ono Band. Band tersebut dibentuk bersama istri keduanya, Yoko Ono, musisi dan seniman asal Jepang yang diduga merupakan salah satu penyebab bubarnya The Beatles. Delapan buah album dirilis oleh band ini yang juga menghasilkan beberapa lagu Legend.

Kekuatan lirik metafora serta filosofis John yang  dipadu dengan musiknya yang ‘bernuansa Lennon’  menjadi kunci dari lagu-lagu hitsnya. Apabila kita mendengarkan puisi lagu seperti  Oh My Love, Love, Grow Old With Me, dan tentu saja Hymne ‘Imagine’ maka kita mungkin menemukan maksud dari kata ‘bernuansa Lennon’ di atas.

John tidak hanya lihai menggubah lagu yang bertemakan cinta melulu. Lagu-lagunya yang bertemakan sosial politik, perdamaian,  dan protes pun tidak kalah bobot dan ketenarannya dengan love songs yang pernah dibuatnya bersama The Beatles. Lagu Gimme Some Truth (Give Me Some Truth) adalah salah satunya. Di lagu tersebut ia menentang presiden AS pada waktu itu, Richard Nixon terkait  invasi Amerika ke Vietnam. Kekuatan lagunya bisa menginspirasi banyak orang.

Lagu itu juga dibawakan ulang oleh grup musik Pearl Jam untuk mengkritik kebijakan Presiden Amerika George Bush. Pada tanggal 8 Juli 2003, Pearl Jam tampil di Madison Square Garden. Pada tahun tersebut Amerika, dibawah kepemimpinan George W. Bush mengklaim Irak mempunyai senjata pemusnah massal, dan menyerang Iraq dengan kekuatan militer. Eddie Vedder,sang vokalis  merupakan satu dari sekian banyak orang yang menangkap maksud lain dari serangan militer tersebut.

Pearl Jam terinspirasi membawakan lagu Gimme Some Truth pada kesempatan itu, dan sang vokalis mengganti bagian akhir reffren dari lagu tersebut menjadi “…no blood for oil”, untuk menyindir serangan militer tersebut, dimana lirik lagu yang sebenarnya adalah “…money for rope”.

Eddie Vedder adalah salah satu orang yang mendukung aksi John Lennon untuk perdamaian . Cukup banyak aktivis dan simpatisan yang mendukung aksinya untuk perdamaian pada waktu John masih hidup. Hal inilah yang membuat pemerintah AS kala itu menjadi gerah. Richard Nixon memasukkan John ke dalam blacklist negaranya. Sikap radikal dan vokal John Lennon beserta  para pengikutnya dalam mengkampanyekan antiperang di Amerika adalah faktor utamanya.

Usaha John dalam mendapatkan Green Card pun selalu bermasalah. Departemen dalam Negeri Amerika Serikat juga selalu mencari cara untuk mendeportasi John Lennon. Hingga pada suatu hari John pernah berkata kepada seorang agen FBI Paul Krassner, “Dengar, jika terjadi sesuatu padaku dan Yoko, pahamilah, bahwa itu bukanlah suatu kecelakaan”. Sampai sekarang perkataan ini menjadi enigma dengan kematiannya.

John Lennon: Antara Winston Churchill, Elvis Presley dan The Quarrymen (I)

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!