john lennon, elvis presley, the beatles

Love is you
You and me
Love is knowing
we can be

Love is free, free is love
Love is living, living love
Love is needed to be loved


Lirik tersebut  ditulis dan dibuat lagunya oleh seorang yang bengal pula jenaka, yang juga menciptakan hymne perdamaian berjudul ‘Imagine’. John Lennon lahir di Liverpool, Inggris 9 Oktober 1940. Selain sebagai musisi, ia juga dikenal sebagai aktivis perdamaian lewat lagu – lagunya seperti ‘Give Peace a Chance’ , ‘Power to The People’, ‘So This is Christmas’ maupun aksinya sebagai aktivis saat menentang invasi Amerika ke Vietnam, dan tentu saja  saat bulan madu pernikahannya dengan Yoko Ono di Amsterdam pada Maret 1969 yang diberi nama ‘“Bed-In”for peace’, dimana terdapat banyak terdapat poster bertuliskan “Hair Peace.Bed Peace”.

John Winston Ono Lennon lahir dari pasangan Freddie Lennon dan Julia Stanley. Freddie adalah seorang pelaut yang jarang sekali pulang. Bahkan pada saat Julia melahirkan John, yang waktunya bersamaan dengan Perang Dunia II, dimana Inggris saat itu diserang oleh Jerman, Freddie tidak hadir disana. Julia adalah seorang pengagum berat Perdana Menteri Inggris kala itu, yang juga seorang pelopor organisasi Perserikatan Bangsa – Bangsa, Winston Churchill. Tak heran pada nama anaknya disisipkan nama depan figur idolanya tersebut.

Kala usianya 5 tahun, ayah dan ibunya akhirnya benar – benar berpisah. John diharuskan untuk memilih salah satu dari mereka. Saat John hendak menentukan pilihannya, Freddie mengajak John berlibur ke Blackpool. Julia dan kekasih barunya mengetahui konspirasi sang ayah, maka mereka mengikutinya. Di Blackpool, ketika ditanyakan dengan siapa ia hendak tinggal, John sempat 2 kali menjatuhkan pilihan kepada sang ayah. Akhirnya ketika ibunya pergi meninggalkan ia dan ayahnya, John berlari mengejar ibunya sambil menangis dan memeluknya. Semenjak itu, selama 20 tahun, ia tidak pernah bertemu lagi dengan ayahnya.

Ketika kembali melanjutkan hidup di Liverpool, keluarga besar dari pihak ibunya memutuskan, bahwa John akan lebih baik bila diasuh oleh seseorang yang lebih stabil, berkemauan keras, dan bertanggung jawab. Pilihan itu jatuh ke kakak Julia, Mimi Smith.

John memang diasuh bibinya, tetapi ia tetap dapat mengunjungi ibunya karena jarak rumah mereka yang tidak terlalu jauh. Dari sang ibu, ia mengasah bakat musiknya. Julia adalah seorang penggemar fanatik Elvis Presley, ia juga dapat memainkan instrumen seperti gitar, banjo, dan piano, selain kegemarannya yang lain, melukis.

Julia pula orang pertama yang memberikan gitar kepada anaknya, yang membuat John semakin keranjingan bermain gitar daripada belajar. Bibi Mimi pernah berkata kepadanya:  "Gitar memang oke, John, tapi kamu tidak bisa hidup dari itu." Petuah khas yang standar dari orangtua konservatif  jaman dahulu. Beberapa tahun kemudian, ketika Lennon telah sukses, ia menghadiahkan Mimi sebuah plakat emas bertuliskan kata-kata tersebut.

John Lennon pertama kali naik panggung dengan band pertamanya yang ia beri nama The Quarrymen, sebuah band skiffle (bermain musik dengan menggunakan alat – alat rumah tangga) yang saat itu sedang trend di Liverpool. Nama tersebut diambil dari sekolah John dan teman – teman bandnya, Quarry Bank High School. Pada saat pementasan pertama John Lennon di Rosebery Street, Julia sangat antusias dan mengajak serta kedua anak perempuannya untuk menonton John sampai menjelang malam.

Saat The Quarrymen tampil untuk sebuah acara gereja di St. John Church di Woolton, ada seorang pemuda yang tertarik dengan penampilan mereka. Pemuda itu tak lain adalah partner terbaiknya dalam menciptakan lagu sepanjang sejarah.

Paul McCartney menghampiri John Lennon dan dengan penuh percaya diri menyatakan bahwa ia ingin bermain bersama mereka. John Lennon menertawakan niat Paul, sekaligus menghinanya karena menganggap bocah belia ini tidak mengerti apapun soal musik. Paul kemudian menunjukkan kepiawaiannya dalam bermain gitar dengan progressi chord semi jazz yang sama sekali tidak pernah dimainkan oleh John maupun teman – teman sebandnya alias njelimet. John terkesima, dan akhirnya Paul diterima menjadi anggota The Quarrymen.

Bersambung

Penulis adalah seorang karyawan swasta dan pecinta musik

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!