andik vermansyah, tendangan bebas, david beckham, timnas indonesia

Dalam pertandingan sepak bola, hasil akhir terkadang tidak hanya ditentukan oleh 22 pemain yang bermain di lapangan. Ada faktor lain yang kerap memberikan kontribusi kepada hasil akhir yaitu lady luck alias dewi fortuna. Ketika pertandingan sepak bola ditentukan melalui adu penalti, dewi fortuna sudah pasti akan ambil bagian. Karena, berdasarkan sebuah studi, 99 persen tendangan penalti bisa masuk ke gawang apabila ditempatkan di pojok kanan atas dan bawah atau pojok kiri atas dan bawah, dengan kecepatan tertentu.

Kiper hanya punya peluang 1 persen untuk menepis tendangan penalti. Namun, dalam praktiknya, menendang penalti apalagi ketika dilakukan dalam adu penalti bukan hal yang mudah. Perlu mental yang kuat dan juga sedikit “ciuman” dari dewi fortuna. Timnas Indonesia U-23 sudah menerima “kecupan mesra” dari dewi fortuna di babak semifinal Islamic Solidarity Games. Melawan Turki, Kurnia Meiga dkk menang 7-6 melalui adu penalti.

Namun, dewi fortuna memilih untuk bermesraan dengan pemain Maroko di partai final. Ketika Indonesia sudah unggul 1-0 dan menerapkan pola permainan bertahan yang rapat, pemain Maroko bisa mencuri gol melalui kemelut di depan gawang. Tidak lama berselang, tendangan Andik Vermansyah dari sisi kiri gawang Maroko tidak mampu dihadang kiper. Akan tetapi, bola yang sudah menuju gawang itu hanya membentur tiang bagian bawah dan berbalik ke luar.

Kegagalan bola masuk ke gawang itu harus dibayar mahal. Gawang Kurnia Meiga kembali jebol ketika pertandingan tersisa 8 menit lagi. Sekali lagi, dewi fortuna tidak mau menghampiri timnas Indonesia. Tendangan bebas yang dilakukan Andik dari luar kotak penalti berhasil mengecoh kiper Maroko. Namun, bola kembali mengenai mistar gawang bagian atas dan memantul keluar. Indonesia kalah 1-2 dan harus puas meraih medali perak, namun Andik Vermansyah telah memperlihatkan kehebatannya dalam mengeksekusi bola mati.

Cara Andik mengambil tendangan bebas di menit-menit akhir pertandingan layak menuai acungan jempol. Dari posisi yang tidak terlalu ideal – di samping kanan kotak penalti Maroko – Andik sempat melilhat posisi kiper dan juga gawang lawan. Pemain 22 tahun itu memutuskan untuk melepaskan bola melengkung ke pojok kanan gawang. Pelan, tetapi terarah, bola sepakan Andik melewati pagar betis dan tak bisa dijangkau kiper Maroko. Hanya tiang gawang yang menggagalkan upaya Andik mencetak gol dengan kelas dunia.

Melakukan tendangan bebas seperti yang dilakukan oleh Andik bukan hal yang mudah. Perlu akurasi yang tepat dan tentu teknik yang tinggi dalam menendang bola. Bola melengkung dari tendangan bebas kerap dilakukan oleh bekas kapten timnas Inggris, David Beckham. Ketika masih membela Manchester United dan juga timnas Inggris, Beckham adalah pengambil tendangan bebas dan juga bola-bola mati. Kehebatannya dalam melengkungkan bola tidak perlu diragukan lagi.

Tendangan bebas Beckham juga lah yang membuat Inggris lolos ke putaran final Piala Dunia 2002. Pada pertandingan terakhir babak kualifikasi Piala Dunia 2002 yang digelar di Stadion Old Trafford, Inggris tertinggal 1-2 dari Yunani dan pertandingan tersisa 1 menit lagi. Kalah berarti Inggris gagal ke Piala Dunia 2002 sedangkan hasil imbang sudah cukup membawa The Three Lions ke Korea dan Jepang. Pada menit akhir, Inggris mendapat hadiah tendangan bebas. Dari jarak 25 yard, sang kapten David Beckham melepaskan tendangan keras yang melengkung ke pojok kanan ata gawang. Kiper Yunani tidak bergerak sama sekali dan hanya termangu ketika melihat bola bersarang ke gawangnya.

Mungkin, itulah tendangan bebas terindah dan paling penting dalam karir Beckham sebagai pesepakbola profesional. Gol dari tendangan bebas itulah yang membuat Inggris bisa berpartisipasi dalam Piala Dunia 2002. Sejak itu, muncul istilah BEND IT LIKE BECKHAM. Bahkan, sebuah perusahaan film membua film dengan judul yang sama yang bercerita tentang perempuan India yang tergila-gila dengan sepak bola dan tentu dengan David Beckham.

Kembali ke Andik, pemain dengan tubuh mungil ini juga pernah membuat pendukung timnas Indonesia terpesona ketika gol tendangan bebasnya menjebol gawang Singapura di Piala AFF 2012. Dari jarak yang hampir sama dengan tendangan bebas yang dilakukan Beckham, namun lebih ke arah kiri, Andik melepaskan tendangan melambung yang tidak bisa dijangkau kiper Singapura. Bola tendangan Andik melayang di udara dan melakukan gerakan seperti parabola sebelum masuk ke gawang.

Sebagai pemain tengah, kehebatan Andik dalam mendribbling bola serta melakukan tendangan bebas tidak perlu diragukan lagi. Bahkan, David Beckham langsung mencari Andik dan memberikan kostum yang dikenakannya ketika timnas Indonesia bertanding melawan LA Galaxy, di Stadion Gelora Bung Karno, beberapa waktu lalu. Dalam pertandingan itu, Beckham terpaksa melakukan tackling keras kepada Andik yang berhasil meliuk-liuk dan melewatinya.

Ketika mencetak gol indah ke gawang Singapura melalui tendangan bebas, Andik membuka rahasia. Dia menyediakan waktu khusus untuk melakukan tendangan bebas selama sesi latihan. Hal yang sama juga dilakukan oleh Beckham ketika masih menjadi anak asuh Sir Alex Ferguson di Manchester United. Dia menambah porsi latihan sendiri dengan mengambil tendangan bebas. Terkadang, Beckham menggantung ban dan dengan tali dan dia harus memasukkan bola ke tengah bolongan ban tersebut. Atau, dia berlatih di ruangan tertutup dan salah satu dinding sudah dibolongi seukuran bola. Tugasnya adalah memasukkan bola ke lubang sebesar bola itu.

Beckham dan Andik mempunyai posisi yang sama yaitu pemain tengah. Dua-duanya juga sudah berhasil membuat pecinta sepak bola terpesona dengan tendangan bebas yang melengkung dan masuk ke gawang. Dengan latihan yang teratur dan disiplin, bukan tidak mungkin kita akan segera mengenal istilah BEND IT LIKE ANDIK…

Penulis adalah wartawan dan pecinta sepak bola

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!