Triomacan2000, Ulin Yusron, akun anonim, pemerasan Raden Nuh, triomacan

#3Macan2Ribu tampak panik ketika Beritasatu mengkonfirmasi keberadaan admin yang selama ini genit tampil secara terbatas di publik menjadi admin terbuka.Selama ini, rumor admin akun tersebut dipegang Raden Nuh dan kawan-kawan telah beredar cukup luas. Bahkan saat teka-teki siapa admin #3Macan2Ribu belum terpecahkan tiba-tiba saja ada satu website berjudul triomacan2000.net memberitahu nama-nama admin di belakang akun #3Macan2Ribu yaitu Raden Nuh, Syahganda Nainggolan dan Abdul Rasyid.

Saking paniknya dengan kemunculan website yang nyaru seakan-akan dimiliki kelompok yang sama dengan akun twitter #3Macan2Ribu, salah satu nama yang disebut di web triomacan2000.net melapor ke Polda Metro Jaya. Kelak di kemudian hari laporan itu berbuah kontraproduktif buat keberadaan akun #3Macan2Ribu.

Kepanikan serupa ditunjukkan akun #3Macan2Ribu saat Beritasatu berhasil melakukan wawancara dengan Raden Nuh. Mereka lalu menyusun fitnah dengan menyebut laporan khusus Beritasatu diturunkan atas order @nezarpatria untuk menutupi Kasus Hambalang yang menyeret Andi Mallarangeng dan Anas Urbaningrum. Disebutkan aku dan Nezar ikut dalam rapat penggalangan opini di gedung Kemenpora untuk menyelamatkan Andi Mallarangeng. Bualan dan karangan akun #3Macan2Ribu itu seperti menjadi pola berikutnya yang selalu melempar tuduhan kepada sejumlah nama seperti Jamwas Marwan Effendy dan yang terakhir Syarief Hassan.

Sejak dibongkar jati dirinya oleh Beritasatu, #3Macan2Ribu membabi buta  dan membual dengan membuat tuduhan yang berbeda-beda bahwa laporan khusus Beritasatu tersebut diorder oleh Yopie Hidayat, Staf Khusus Wakil Presiden, demi menutupi kasus Century. Tapi entah apa yang terjadi kultwit tentang keterlibatan Yopie tiba-tiba diralat sendiri dengan menyatakan kalau Yopie tidak ikut-ikutan.

Dari sini saja akun #3Macan2Ribu nirkredibilitas!

Laporan Beritasatu itu sendiri telah membuat akun #3Macan2Ribu kebat-kebit, panas dingin, sehingga sempat beberapa kali deaktivasi dan mengganti bio berkali-kali.

Dengan pengakuan Raden Nuh sebagai admin #3Macan2Ribu maka pelaku fitnah sudah ketahuan orangnya. Dialah subyek yang bisa diproses secara hukum. Dalam kasus Syarief Hasan ke Polri, aku sudah berkali-kali bilang. Kalau memang Syarief serius melaporkan fitnah akun #3Macan2Ribu, maka laporkan saja pengelola akun tersebut. Sebagai petinggi Partai Demokrat, bukan pekerjaan sulit bagi Syarief untuk mengetahui siapa operator akun tersebut. Bukankah dalam Pilkada DKI Jakarta putaran kedua, tim sukses Foke Nara yang didukung Partai Demokrat juga memakai jasa #3Macan2Ribu yang bertugas membuat kampanye hitam pada Jokowi Ahok? Kasus ini pun raib begitu saja.

Dari wawancara khusus Beritasatu dengan admin akun #3Macan2Ribu juga sebenarnya memberi penjelasan kepada publik yang gerah dan dirugikan dengan kicauan #3Macan2Ribu bisa langsung menggugat Raden Nuh karena dia satu-satunya yang mengakui sebagai admin.Belakangan Raden Nuh, seperti dalam artikelnya di Kompasiana juga telah mengakui menjadi admin akun #3Macan2Ribu. Tak ada yang salah dari Beritasatu!

Demikian juga dalam kasus Dede Yusuf yang merasa difitnah #3Macan2Ribu dengan tuduhan sedang pijat di Delta Spa Pondok Indah juga tidaklah sulit untuk dikejar. Dan rupanya kasus yang diblow-up #3Macan2Ribu itu pun berbuntut permintaan sejumlah uang. Aku mendapat pengakuan dari orangnya Dede Yusuf yang didekati oleh account executive #3Macan2Ribu yang menawarkan “damai” dengan sejumlah uang.

Demikian pula dengan pengakuan Jumhur Hidayat yang mengaku diperas #3Macan2Ribu setelah kicauannya tentang korupsi di BNP2TKI. Bagi #3Macan2Ribu benar atau tidak sebuah isu yang diungkap tidaklah penting, sebab hasil akhirnya adakah deal dan perdamaian dengan sejumlah uang. “Masuklah itu barang’, begitu para makelar politik sering berkata.

Yang terbaru dan belum pernah diungkap adalah pengakuan petinggi Telkom yang ditawari damai oleh account executive #3Macan2Ribu setelah menuduh ada korupsi dalam kasus penjualan Telkomvision ke Grup Para milik Chairul Tanjung.

Informasi akurat juga aku dapatkan ketika ada perkumpulan Islam garis keras sedang terjadi perpecahan internal yang melibatkan perebutan aset, #3Macan2Ribu menawarkan pembelaan di twitter sembari menawarkan komisi agar sejumlah aset berharga yang berceceran di Jawa itu bisa dijual.

Semua informasi yang menelanjangi cara #3Macan2Ribu mencari uang itu tak pernah satu pun dibantah. Dalam beberapa kali kultwit #3macan2ribu untuk membantah tulisan Beritasatu sama sekali tak membantah soal fakta-fakta proposal, pemerasan yang dilakukan #3Macan2Ribu. Mereka hanya menyatakan pertemuan di Beritasatu TV itu atas inisiatif Peter Gontha, padahal poin utamanya bukan di situ, tapi mengapa kalian mencari uang dengan cara memeras? Mengapa kalian jual ayat-ayat untuk mendorong kebencian kepada orang lain. Mengapa kalian membongkar kasus, mengirimkan juru damai untuk meminta uang tutup mulut?

Kita sendiri yang harus menyusun alasan permakluman, kalau apa yang dilakukan #3Macan2Ribu adalah cara segerombolan orang mencari makan, membeli Ipad, pulsa dan ongkos untuk keriaan. Akun itu tak peduli dengan kredibilitas sebagai prasyarat sebuah akun pencerahan dan advokasi publik. Tindakan admin dengan pedekate pihak yang berperkara telah menegasikan kredibilitas tersebut.

Ukurannya cuma satu: mengikuti kemana uang mengalir. Lihatlah bagaimana dulu akun #3Macan2Ribu menyerang Harry Tanoe dan Nasdem, tapi begitu Raden Nuh masuk Hanura, separtai dengan Harry Tanoe maka serangan itu sudah tak ada lagi. Saat menyerang Harry Tanoe dan Nasdem, aku mendapat pengakuan kalau #3Macan2Ribu pun menawarkan “damai” dengan meminta uang. Sayang ajakan itu bertepuk sebelah tangan, hingga akhirnya serangan itu raib begitu saja seiring masuknya Harry Tanoe ke Hanura. Nah, bagaimana perlakukan akun #3Macan2Ribu dengan Hanura juga membuktikan kalau akun itu tunduk pada kemauan Raden Nuh yang sudah menjadi aktivis Hanura.

Tuduhan yang Memantul

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!