Menyambut Ramadan

Karena lagu lama terus berulang, apakah tak pernah ada persiapan matang? Mestinya ini bisa diantisipasi.

Jumat, 19 Jun 2015 07:45 WIB

Ilustrasi. (Foto: Ridlo/KBR)

Ilustrasi. (Foto: Ridlo/KBR)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Bulan puasa adalah saatnya merasakan melambungnya harga sembako. Pemberitaan media ramai-ramai mengangkat soal ini. Lagu lama terulang kembali: permintaan bertambah, pasokan tetap. Pedagang mengeluh karena mau tak mau mesti menaikkan harga lantaran sudah naik dari pemasok. Sementara ibu-ibu mengeluh uang belanja yang tak naik harus disiasati agar sembako bisa terbeli.

Bulan puasa juga saatnya bersiap mudik. Mulai dari urusan tiket sampai perbaikan jalan. Misalnya perbaikan jalan Pantai Utara Jawa (Pantura) yang sudah digeber sejak beberapa pekan silam. Jalur padat ini terkenal tak pernah tuntas diperbaiki. Begitu terus dari tahun ke tahun.

Karena lagu lama terus berulang, apakah tak pernah ada persiapan matang? Mestinya ini bisa diantisipasi. Urusan sembako misalnya, bisa dipersiapkan stok sejak berbulan silam. Begitu juga jalan. Bila perbaikan jalan sudah mulai dilakukan sejak berbulan lalu, hingga ketika hari besar tiba cukup perbaikan kecil yang dilakukan. Hasilnya akan lebih baik, karena kualitas bahan bisa dijaga.

Tapi tampaknya bukan itu yang dilakukan. Resep instan operasi pasar untuk sembako, selalu jadi jurus andalan mengerem harga. Begitupun jalan - perbaikan instan hanya menghasilkan jalan yang rapuh. Jalan yang tampaknya saja mulus, tapi kualitas tak memadai. Jangan heran, bila jalan yang baru diperbaiki itu, dalam waktu singkat akan rusak kembali.

Begitulah. Pemerintah berganti, namun cara menyelesaikan masalah tak berubah. Cara instan yang tak berumur panjang. Karena itu kita ingin menitipkan pesan, hai pemerintah, ubahlah pendekatan. Persiapan sejak jauh hari akan membuat semua orang nyaman - harga stabil dan mudik mulus.  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

Penunjkan Aziz untuk Gantikan Novanto Menuai Kritik

  • Kemensos Dirikan 15 E-Warung untuk Layani Kebutuhan Penerima PKH Cilacap
  • Duterte Minta Perpanjang Masa Darurat Militer di Selatan Filipina
  • Pep Guardiola Tegaskan City Belum Juara

PLN menggenjot pemerataan pasokan listrik dari Indonesia bagian barat hingga Indonesia bagian timur