Kampanye kreatif, Jokowi, Tintin

Suatu sore seorang teman lama, Ikravani Hilman, mengontak saya. Ia berkata, “Yog, gue sekarang di Jo-Man, atau Jokowimania, salah satu relawan Jokowi. Ada kenal nggak, temen-temen kreatif yang mau membantu kami pro-bono untuk kampanye Jokowi?” Langsung saya jawab, “Ada, gue.”


Saya bekerja di sebuah biro iklan lokal, Berakar Komunikasi. Saya tahu selain saya, teman-teman di kantor juga mendukung Jokowi. Sebagai rakyat biasa yang kebetulan pekerjaan kami adalah membuat iklan, kami ingin membantu usaha pemenangan beliau namun belum tahu caranya bagaimana.


Saat bertemu Ikra, ia mengatakan bahwa Jo-Man membutuhkan materi-materi kampanye yang sifatnya popular, positif dan “keren”. 


“Gue pengennya kalau itu kaos, orang dengan bangga memakainya ke mall. Kalau stiker mau ditempel ke motor atau mobilnya. Materi-materi yang kreatif, positif, dan seru. Yang membuat makin banyak orang menyatakan dukungannya pada Jokowi dengan kebanggaan.” 


Singkat cerita, setelah bertemu dengan Ikra, saya bawa "brief" itu ke teman-teman di Berakar Komunikasi yang saya tau pasti mendukung Jokowi. Waktu itu ada empat orang, saya, Hari Prasetyo (Creative Director), Satrijo Wibowo (Strategic Planner), dan Eko Harsoselanto (Account Manager). 


Lalu kami berdiskusi untuk mencari Akar Idenya.Apa yang membuat orang merasa bangga sebagai pendukung Jokowi? Beberapa akar ide sempat kami bicarakan, misalnya "Saya bangga dukung Jokowi karena ia jujur,” atau "Karena ia merakyat,” atau "Karena ia bersih dari korupsi,” atau "Karena ia menyukai kreatifitas,” atau "Karena ia mencintai keberagaman Indonesia." 


Akhirnya akar ide utama yang kita pilih adalah, "Saya bangga dukung Jokowi karena sebagai pejabat negara, ia benar-benar bekerja keras untuk rakyat." Jokowi adalah kebalikannya NATO (No Action Talk Only). Dia tak banyak bicara, namun banyak bekerja. Dia tipe orang yang action oriented. Kalau kata Black Crowes, "Action speak louder than words." Kalau kata kakek saya, “Titen, tlaten, lan open yo mesti deduwen.” 


Disepakatilah AKAR IDE UTAMA untuk kampanye kami, "Saya bangga dukung Jokowi, karena saya juga orang yang action oriented seperti beliau.” 


Maka dari situ muncullah ide untuk slogan kampanye kami, "Gulung lengan bajumu, dukung Jokowi!” berikut icon bergambar tangan sedang menggulung lengan baju – yang tentunya diilhami juga dari kebiasaan Jokowi yang sering menggulung lengan bajunya. Di sini kita mulai berbagi kebanggaan sebagai sesama orang yang action oriented. Ilustrasi untuk icon ini dibuat oleh Choni (Wastukanchono DP).


Dari icon tersebut kita pikirkan lagi bagaimana turunan kampanyenya. Di sini muncul beberapa ide turunan. Salah satunya yang diajukan Hari Prast adalah dengan mengangkat kebiasaan Pak Jokowi melakukan blusukan ke lapangan. Dibuat dengan ilustrasi bergaya komik Eropa, warna-warna cerah, menggambarkan keberagaman, optimisme, dan suasana rukun. 


Keunggulan dengan teknik ilustrasi adalah membuatnya unik, menarik, eksekusinya lebih cepat, mudah dan tak ada biaya.Produksinya pun relatif mudah untuk berbagai media kampanye seperti kaos, stiker, baliho, dan lain-lain. 


Selain itu di komik Eropa ada satu karakter yang sangat terkenal yaitu Tintin. Kami yakin kalau kami menggambar dengan gaya komik Eropa orang akan dengan cepat mengasosiasikan dengan komik Tintin. Apalagi karakter Jokowi memiliki kesamaan dengan Tintin. Sama-sama suka blusukan ke berbagai lokasi. Action oriented. Jujur. Suka membantu. Berpihak pada yang benar. Obyektif. Dan tindakannya memberikan solusi terhadap berbagai persoalan. 


Maka kita putuskanlah menjalankan ide Hari Prast membuat sekan-akan cover komik Kisah Blusukan Jokowi ke berbagai lokasi di Indonesia. Ide ini langsung digambar sendiri oleh Hari Prast. 


"Bayangkan kalau ia menjadi presiden ia akan melakukan blusukan ke berbagai penjuru Indonesia, memastikan bahwa jalannya pemerintahan di seluruh Indonesia bekerja dengan baik!”


Yang membedakan kampanye kami dengan kampanye lainnya adalah saat yang lainnya sibuk membicarakan kharakter capresnya, yang Jokowi sangat merakyat, atau yang Prabowo sangat patriotik. Nah yang kami buat sebetulnya adalah doa, atau harapan di masa depan Indonesia. Yang menggambarkan kondisi Indonesia di saat Jokowi menjadi presiden, di mana kondisinya adalah rukun damai tata tentrem kerta raharja. 


Karena sifatnya a glimpse of the future maka yang kami buat untuk kampanye ini adalah covernya saja. Banyak yang menanyakan, “Adakah isinya?” Jawabannya adalah, “Isinya ada di masa depan, kalau Pak Jokowi-JK menang. Mari kita sama-sama gulung lengan baju wujudkan itu!” 


Beberapa ide yang lain misalnya ide "Jokowi Is Me" di mana kita mengilustrasikan suasana sebuah lokasi yang merakyat dan digambarkan bahwa semua orang dilokasi tersebut adalah Jokowi. Ilustrasinya dibuat oleh Choni.


Setelah materi dengan resolusi tinggi siap, kami serahkan pada teman-teman Jo-Man untuk mereka gunakan berkampanye. Kami serahkan secara parsial, misalnya begitu ada yang jadi 3 materi kita kasih 3, lalu menyusul 2 lagi, dan seterusnya. Kami sendiri menyebar-luaskannya melalui sosial media. 


Ternyata melalui sosial media responnya baik dan cepat sekali. Tanggapnya begitu luas dan positif. Benyak yang re-share, re-tweet, re-path, comment, atau nge-like. Banyak orang bertanya langsung kepada kami ada kaosnya nggak? Ada media massa yang ingin wawancara. Ada yang mengajak kerjasama, atau mengajak kegiatan bersama. 


Terus terang di awal kami cukup terkejut dan belum memutuskan: next step-nya apa? Akhirnya kami putuskan next stepnya adalah menjaga niatan awal kami untuk membantu secara sukarela kampanye Jokowi yang kini sudah diumumkan pasangannya adalah JK. Kami akan menyebarluaskan kampanye kita agar semakin banyak lagi yang menyatakan dukungannya kepada Jokowi-JK. 


Untuk menghindari masalah teknis, kerepotan orang mendapatkan file resolusi tinggi, kami membuat situs www.gulunglenganbajumu.com di mana siapapun bebas mengunduh materi desain kami untuk menggunakannya sebagai materi kampanye atau sekedar pernyataan dukungan pribadi terhadap pasangan Jokowi-JK. Situs lain para pendukung Jokowi-Jk pun bebas memasang desain kami di situs mereka.


Sampai sekarang kami terus memproduksi desain, kalau ada desain baru, selain disebarkan melalui sosial media akan kami upload ke situs tersebut.


Mas Yoyok admin kenapajokowi.com adalah salah satu dari orang-orang pertama yang menangkap ide kami dan turut menyebarluaskan dan mendukung kampanye kami. Setelah mengetahui dari sosial media, kenapajokowi.com langsung menghubungi kami untuk meminta izin menampilkan di situs mereka dan menggunakan materi visual sebagai icon dan materi kampanye mereka. Tentu, boleh-boleh saja. Mereka juga mengadaptasi materi visual kami dengan kreatif, cepat, dan tepat. Misalnya karya kami “Jokowi di Jogja” diletakkan bersebelahan dengan foto Sultan Hamengkubuwono X dan keselarasan kepemimpinan antara Jokowi dan Sultan. Di karya kami “Jokowi di Papua” dicantumkan perkataan Jokowi saat berada di Papua. 


Ini adalah salah satu contoh bagaimana karya kami menemukan fungsinya. Saling bersinergi untuk mendukung Jokowi-JK dengan kreatifitas dan keunggulan masing-masing. Berikutnya kami jadi lebih saling mengenal dan lebih banyak bekerjasama satu sama lain. Terbuka juga kerjasama dan komunikasi dengan kelompok relawan pendukung Jokowi yang lain.


Bagaimana soal copyright atau plagiarisme?  Pertama, there’s nothing new under the sun. Karya yang baik selalu berhasil menjadi inspirasi bagi karya yang lain. Kalau karya kami terinspirasi dari keindahan kesenian, lokasi dan kondisi di Indonesia, serta keunggulan karakter Pak Jokowi dipadu dengan gaya ilustrasi komik Eropa dan karakter Tintin, tentu sangat wajar. Toh semuanya ada under the sun.


Kedua yang menjadi masalah adalah kalau kita menggunakan karya orang lain dengan tidak hormat atau mencuri karya orang lain tanpa ijin. Misalnya seperti yang pernah saya lihat ada yang memotong gambar Kungfu Panda dan mengganti kepalanya dengan foto seorang caleg. Saya yakin pemilik hak cipta Kungfu Panda tak akan memberikan ijinnya. Kasihan Kungfu Panda-nya.


Hari Prast menggambar sendiri semua ilustrasi di situ. Tidak ada karakter atau visual asli dari komik Tintin yang kami tampilkan. Jadi ini memang karya kami atau karya Hari Prast yang terinspirasi oleh paduan karakter Jokowi, Tintin karya Herge, dan harapan akan Indonesia yang rukun damai tata tentrem kerta raharja di bawah kepemimpinan Jokowi dan Jusuf Kalla.



Penulis adalah founder Berakar Komunikasi. 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!