(Antara)

Presiden Joko Widodo bikin terobosan. Sebanyak sembilan panitia seleksi (pansel) calon pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semuanya perempuan. Mereka berasal dari berbagai latar belakang. Ahli pencucian uang , ahli ekonomi, ahli sumberdaya manusia dan ahli teknik informatika. Menilik dari latar belakangnya, mereka memang ahli di bidangnya.

Jokowi berharap pansel bisa membantunya mewujudkan misi pemberantasan korupsi. Dia meminta pansel bekerja keras menyeleksi calon untuk selanjutnya diserahkan kepada presiden. Dia berharap KPK bisa menjadi lembaga yang berwibawa.  Harapan yang sama juga datang dari seluruh warga yang ingin negeri ini bebas dari penyakit korupsi.

Beberapa hari lalu sebelumnya, beredar sembilan nama-nama yang konon bakal jadi calon anggota pansel. Sejumlah nama yang muncul menuai kecaman. Pasalnya dari nama-nama yang kesemuanya laki-laki itu ada yang pernah menjadi saksi meringankan dalam kasus korupsi bahkan pernah divonis dua tahun penjara dalam kasus korupsi. Sungguh sulit kita membayangkan akan lahir pemimpin KPK yang kredibel dari hasil seleksi orang-orang yang diragukan integritasnya dalam perang melawan korupsi.  Syukurlah nama-nama yang meragukan itu  tak muncul lagi.

Kerja pemimpin KPK akan berakhir Desember ini. Lebih dari cukup waktu yang tersedia bagi pansel untuk menyeleksi calon pemimpin KPK yang berintegritas dan tangguh. Apalagi hinggi kini masih terus muncul upaya-upaya tak henti untuk menghancurkan lembaga antirasuah ini.  Perang melawan korupsi masih jauh dari selesai. Di tangan pansel ini kita berharap tampil orang-orang pilihan. Orang-orang yang bekerja benar dalam menumpas korupsi. 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!