Paskah, Pengorbanan dan Teror

Paskah merupakan puncak dari perjalanan kebaikan, penderitaan, kesengsaraan dan pengorbanan Yesus yang berujung penebusan umat.

Jumat, 14 Apr 2017 11:00 WIB

Gereja di Medan. (KBR/Danny)

Gereja di Medan. (KBR/Danny)


Hari-hari ini umat Kristiani di berbagai belahan dunia bersiap merayakan Paskah, hari raya yang sejatinya lebih akbar dari Natal. Paskah merupakan peringatan terhadap peristiwa paling sakral, yakni rangkaian tiga hari antara wafatnya Isa atau Yesus di tiang penyaliban dan kebangkitannya tiga hari kemudian.

Paskah merupakan puncak dari perjalanan kebaikan, penderitaan, kesengsaraan dan pengorbanan Yesus yang berujung penebusan umat. Bagi umat Kristiani, hari Minggu Paskah adalah Hari Tuhan sebagai pondasi keimanan mereka. Hari yang tepat untuk merefleksikan keimanan dan menjadi lebih baik. Hari kelahiran kembali sebagai manusia.

Di Indonesia, umat Kristiani sudah kerap menjadi korban dan merasakan kesengsaraan dalam menjalankan kehidupan beragama mereka. Kerap didiskriminasi, dihalang-halangi beribadah, bahkan rumah ibadah dipaksa tutup oleh kelompok lain yang merasa digdaya berkuasa.

Bahkan ketika umat Kristiani menjalankan prosesi ibadah pra-Paskah pun tidak lepas dari teror. Di Ambarawa, Jawa Tengah, jemaat Gereja Katolik Santo Yusup dikejutkan dengan lemparan bom molotov pada Kamis kemarin.m

Paskah sejatinya tak hanya milik umat Kristiani, tapi juga milik bersama umat agama lain. Bukan pada keimanan, tapi pada semangat hidup bersama. Perbedaan keimanan tak lantas dijadikan pembenaran untuk melakukan teror atau intimidasi.

Paskah yang mencerminkan makna pengorbanan dan keselamatan juga patut dijadikan ajang refleksi diri bagi umat lain, khususnya umat Islam yang selama ini mayoritas. Bagaimana semestinya umat manusia ini saling berkorban dan memberi keselamatan bagi sesama. Bukan malah meneror, mengorbankan orang lain demi keselamatan dan kepentingan kelompok sendiri.

Selamat menyambut Paskah bagi Anda yang merayakannya. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Kepolisian Siapkan 4 Ribu Personel Amankan Kunjungan Obama di Jakarta dan Bogor

  • Peningkatan Kendaraan Arus Balik Lebaran Terjadi di Tol Cileunyi
  • Penghapusan Sistem Kuota, Importir: Lihat Dulu Apa Komoditasnya
  • Militer Filipina Temukan 17 Jenazah yang Dimutilasi di Marawi

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?