Hentikan Provokasi SARA

Munculnya spanduk seperti itu jelas mengkhawatirkan. Belum jelas persis siapa yang ada di belakang munculnya spanduk bernada SARA itu.

Senin, 27 Feb 2017 01:06 WIB

Ilustrasi Provokasi SARA.

Ilustrasi Provokasi SARA.

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KPU Jakarta memastikan, Pilkada di ibukota bakal berlangsung dua putaran. Dengan perolehan suara saat ini, pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful serta Anies Baswedan-Sandiaga Uno akan kembali bertarung. Artinya, hawa panas Pilkada belum akan reda di Jakarta.

Salah satu hal yang ramai diperbincangkan akhir pekan lalu adalah spanduk yang terpasang di beberapa mesjid di Jakarta. Isinya, himbauan agar tidak mensalatkan pembela penista agama. Ada juga spanduk yang menulis ‘Penista Al Quran, perusak persatuan bangsa’. Tanpa perlu menyebut nama, semua sudah tahu siapa yang dimaksud. 

Munculnya spanduk seperti itu jelas mengkhawatirkan. Belum jelas persis siapa yang ada di belakang munculnya spanduk bernada SARA itu. Namun dengan situasi politik yang belum juga adem, banyak hal bisa dikipasi. Atau lantas dihubung-hubungkan dengan urusan surga dan neraka. Urusan agama kemudian dikait-kaitkan dengan pilihan politik seseorang.

Provokasi SARA harus dihadapi dengan kepala jernih. Jangan sampai kita menggadaikan kewarasan berpikir, juga kebhinekaan Indonesia, untuk soal-soal seperti ini. 

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Didesak Mundur, Mahfud MD Sarankan Arief Hidayat Buka Telinga

  • Antisipasi Lonjakan Penumpang, ASDP Ketapang Siapkan 32 Kapal
  • Mulai Senin Jalur Gunung Mas-Ciloto Dibuka
  • Kabupaten Rejang Lebong Kekurangan Vaksin Jembrana

Tidak lama lagi kita akan merayakan pesta rakyat yang diadakan setiap 5 tahun sekali. Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden yang jatuh pada tahun 2019.