Ilustrasi

Ilustrasi

Kemarin, ada 18 orang yang jadi korban kecelakaan lalu lintas. Mereka ada di dalam Metro Mini yang ngebut melintas palang pintu kereta yang sebetulnya sudah turun. Metro Mini menerjang kereta Commuter Line. Sopir dan kernet tewas, begitu juga sejumlah penumpang yang sedang mereka angkut. Badan Metro Mini nyaris tak terbentuk lagi pasca kecelakaan.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan langsung meminta supaya Pemda Jakarta menertibkan izin pengoperasian Metro Mini. Diperkirakan Metro Mini dikemudikan oleh supir tembak, yang kerap berlaku ugal-ugalan demi kejar setoran. Ketua DPP Organda DKI Jakarta Shafruhan menyebut, ini seperti supir Metro Mini mengajak para penumpangnya bunuh diri.

Selagi Anda mendengarkan ini, bisa jadi sudah ada 1 orang di luar sana yang jadi korban kecelakaan lalu lintas. Kementerian Perhubungan menyebutkan, kecelakaan di Indonesia terjadi setiap lima menit. Sementara kematian akibat kecelakaan lalu lintas terjadi setiap 20 menit.

Jalanan memang bukan tempat yang aman. Kita sebagai pengguna jalanan masih banyak yang secara sadar atau tidak sadar melanggar aturan jalanan. Belum lagi jika nasib kita sebagai pengguna jalanan ditentukan oleh supir kendaraan umum yang tak terlalu memikirkan aspek keselamatan penumpang atau orang yang ada di jalanan. Ada kecelakaan setiap 5 menit adalah sesuatu yang mengerikan. Belum lagi kematian mengintai setiap 20 menit.

Santunan bagi keluarga korban itu penting dan mesti. Tapi yang lebih wajib adalah memastikan jalanan akan lebih aman bagi semua orang di masa mendatang. Percuma juga menggalakkan aturan pakai helm bagi pengendara motor, jika ada pengemudi lain yang mengintai dan membawa celaka. Percuma saja berjalan di trotoar kalau ternyata ada pengguna jalan lain yang menerobos trotoar dan mencelakakan sesama pengguna jalan. Yang diperlukan adalah kesadaran berkendara bersama. Sadar bahwa jalanan ini milik bersama. Sadar bahwa keselamatan diri sendiri juga ditentukan oleh bagaimana cara sesama pengguna jalan berkendara di jalanan.

Tapi ini yang seringkali tak ada. Ada banyak orang, dengan beragam alasan, tetap melanggar aturan di jalanan. Dan begitu pelanggaran terjadi, tidak ada sanksi yang dikenakan. Mudah diduga, pelanggaran terus terjadi, sementara sanksi kian melempem. Dari satu pelanggaran, beranjak ke pelanggaran lainnya. Karena itu, semua orang penting mengingatkan sesama: jangan melanggar. Kalau Anda tak peduli pada nyawa diri sendiri, cobalah peduli pada nyawa orang lain.

Tak mudah mencari selamat di jalanan. Mulailah dari diri sendiri.


Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!