Hari ini, dengan cara masing-masing, kita memulai lembaran baru. Sebagai sebuah bangsa, banyak catatan yang kita torehkan sepanjang 2014 kemarin. Satu yang paling menyita perhatian adalah dua rangkaian pemilu legislatif dan presiden.


Dunia memberi apresiasi atas dua pelaksanaan pemilu yang berjalan lancar. Meski persaingan antar dua kandidat berjalan sengit, namun tak ada darah yang tumpah karenanya. Apalagi sampai terjadi kerusuhan - sebuah skenario yang sempat berhembus kala kampanye berlangsung. Acungan jempol layak diberikan buat para pemilih kita. Tapi tidak buat elit politiknya.


Bukannya mengikuti jejak para pemilih yang bisa bersikap dewasa, elit di DPR malah memilih untuk bersikap kekanak-kanakan. Saling rebut, saling sikut, diperlihatkan secara vulgar. Tak heran, jika almarhum presiden Gus Dur pernah menyebut DPR layaknya anak TK.


Sikap kekanak-kanakan tersebut ternyata masih dipelihara sampai sekarang. Terakhir, kala energi bangsa tersedot untuk mencari pesawat Air Asia yang hilang dalam perjalanan Surabaya-Singapura, mereka malah mengancam pemerintah dengan membentuk panja Air Asia. Ancaman akan diwujudkan jika dalam tempo sepekan, pencarian pesawat naas tersebut tak membuahkan hasil.


Beruntung, tak semua orang memihak ancaman yang dikeluarkan para politisi tersebut. Masih banyak yang melihat kerja keras dan koordinasi pencarian yang ditunjukkan pemerintah pusat dan daerah dengan kaca mata yang lebih obyektif. Sejumlah pakar dalam dan luar negeri bahkan memberi pujian akan kepemimpinan yang efisien dan efektif yang dipertontonkan pemimpin bangsa. Jauh berbeda kala pemerintah negeri jiran menangani krisis serupa.


Contoh telah diberikan, kini saatnya kita mengikuti teladan yang telah diperlihatkan.


Selamat tahun baru untuk kita semua.

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!