Harapan Baru Jakarta itu Bernama Djarot

Pemilihan Djarot tak lepas dari usulan Ahok yang membidik seorang pekerja keras dan berkarakter teruji.

Kamis, 04 Des 2014 09:19 WIB

djarot, ahok, jokowi, wakil gubernur

Siapa pendamping Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, sudah terang benderang. Nama mantan Wali Kota Blitar, Djarot Saiful Hidayat mengemuka sejak kemarin - tiga hari jelang tenggat pengusulan nama wakil gubernur. Djarot pun diperkirakan akan dilantik oleh Ahok paling lambat dua pekan ke depan.

Djarot resmi diusulkan PDI Perjuangan untuk menduduki jabatan orang nomor dua di ibu kota negara. Ia menyingkirkan Ketua DPD PDI-P DKI Jakarta, Boy Sadikin dan Ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta, Sarwo Handayani.

Pemilihan Djarot tak lepas dari usulan Ahok yang membidik seorang pekerja keras dan berkarakter teruji. Ahok pun telah mengenal Djarot saat keduanya menjadi kepala daerah tingkat II; Ahok sebagai Bupati Belitung Timur dan Djarot menjabat Wali Kota Blitar. Selain itu, Ahok menilai Djarot punya banyak kesamaan dengan mantan atasannya, Joko Widodo alias Jokowi yang kerap “blusukan”, tidak terlalu menyukai hal yang formal, bersih dari korupsi dan mau bekerja.

Kita mengapresiasi keputusan Ahok dan PDI Perjuangan yang memilih wali kota Blitar dua periode sejak tahun 2000-2010 itu. Djarot terbukti berhasil mengangkat kualitas sumber data manusia (SDM), efisiensi birokrasi, dan menggenjot perekonomian. Djarot-lah yang menyerahkan seluruh proses seleksi pegawai Pemkot ke tim Universitas Airlangga, memangkas 200-an jabatan eselon II hingga IV, dan mendongkrak Indeks Pembangunan manusia (IPM) warga Blitar mencapai 77,12, tertinggi se-Provinsi Jawa Timur pada 2009. Di bidang ekonomi ia berhasil menggenjot pendapatan asli daerah kota dari Rp 2,5 miliar pada tahun 2000 menjadi Rp39,86 miliar pada 2009. (Baca: PDIP Serahkan Nama Wakil Ahok)

Ahok terbukti memilih pendampingnya bukan karena kepentingan politik belaka, namun utamanya karena profesionalitas. Muaranya hanya satu: menuntaskan beragam permasalahan di Jakarta. Melihat rekam jejak calon pendamping Ahok ini, kita berharap tiga tahun ke depan keduanya bisa “gerak cepat” menuntaskan permasalahan di Jakarta.

Pengalaman Djarot di birokrasi pun diharapkan bisa memperbaiki hubungan antara Pemprov DKI Jakarta dan DPRD DKI masih renggang dan mendongkrak pelayanan publik. Bersama Ahok, kita berharap Djarot mampu mengurai benang kusut permasalahan klasik di Jakarta seperti banjir, kemacetan dan pembenahan infrastruktur. Siap-siap bekerja, Pak Djarot!

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.