Nyawa Seharga Rp 25 Ribu

Investigasi yang dilakukan Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) dan LBH Maromoi menemukan upaya dari aparat TNI dan Polri setempat untuk membelokkan fakta.

Rabu, 29 Nov 2017 05:10 WIB

Ilustrasi: LPSK

Ilustrasi: Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (Foto: Setkab)

La Gode, bapak 3 anak itu pada lebih sebulan lalu pulang tanpa nyawa. Warga Pulau Taliabu, Maluku Utara itu dua pekan sebelumnya dicokok polisi atas dugaan mencuri 5 kilogram singkong seharga Rp 25 ribu. Jenazah Gode dipulangkan dalam kondisi nyaris seluruh badan dipenuhi bekas luka parut dan memar. Tak hanya itu, 8 gigi serta kuku di jempol kaki kanan dicabut.

Entah atas alasan apa hingga ada yang begitu tega menyiksanya sedemikian sadis hingga merengut nyawanya. Entah siapa persisnya pelaku kekejian itu. Saat ditangkap oleh petugas Pos Polisi setempat, Gode dititipkan ke Pos Satgas Operasi Pengamanan Daerah Rawan TNI dengan alasan tak punya ruang tahanan dan memberi pembinaan kepada tersangka.

Investigasi yang dilakukan Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) dan LBH Maromoi menemukan upaya dari aparat TNI dan Polri setempat untuk membelokkan fakta. Mulai dari menjanjikan uang duka hingga belasan juta sampai  stigmatisasi dan mengadu domba warga dengan keluarga korban untuk menghentikan penuntasan kasus penyiksaan dan kematian La Gode. Keluarga bergeming dan bersikeras agar kasus diungkap tuntas.

Kini keluarga Gode datang ke ibukota mencari keadilan dan perlindungan. Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK)  telah  menempatkan mereka di rumah aman. LPSK juga melarang siapapun menemui, termasuk anggota TNI dan Polri,  tanpa izin. Lembaga itu tengah memikirkan bentuk perlindungan selanjutnya terhadap Gode.

Keluarga sudah melaporkan kasus ini ke Polda,Denpom Ternate,dan  Propam Maluku Utara tapi sejauh ini tak jelas penyelesaiannya.  Panglima juga Kapolri sepatutnya memberi perhatian pada kasus ini. Agar tak ada lagi aparat menyiksa tersangka, agar tak ada lagi nyawa melayang lantaran singkong seharga Rp 25 ribu. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.