Pohon

Tanamlah pohon untuk udara segar, keteduhan dan air yang berlimpah. Lingkungan hijau yang asri tentu jauh lebih baik dari lingkungan kering kerontang, gersang.

Jumat, 27 Nov 2015 10:00 WIB

Foto: KBR

Foto: KBR

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Sudahkah Anda menanam pohon? Kemarin Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana secara simbolis menanam ribuan pohon di Taman Hutan Raya Sultan Adam, Desa Mandiangin Timur, Kecamatan Karangintan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Kawasan ini dipilih lantaran ini juga salah satu tempat dengan kebakaran hutan yang cukup luas. Kondisi itu membuat Taman Hutan Raya ini membutuhkan rehabilitasi.

Sejak tujuh tahun silam, pemerintah menetapkan 28 November sebagai hari menanam pohon. Tema yang digunakan tahun ini 'Ayo Kerja Tanam dan Pelihara Pohon’. Kata Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya tema itu dipilih untuk mendorong masyarakat membangun keanekaragaman hayati dan untuk kondisi lingkungan hidup yang lebih baik.

Tema yang dipilih sungguh tepat. Menanam saja itu mudah. Tapi memelihara pohon hingga tumbuh besar bukan persoalan sepele. Mungkin itu sebab, bulan November dipilih sebagai saat menanam pohon. Bulan saat musim hujan tiba, waktu yang tepat untuk menanam pohon. Setelah berbulan kering kerontang karena kemarau, curah hujan membawa kehidupan bagi tanaman.

Menanam dan memelihara pohon tentu tak bisa dilakukan pemerintah sendirian. Karena itu, Presiden mengajak semua pihak untuk bergotong royong menjaga dan membangun hutan. Presiden meminta fokus pada pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Presiden mengingatkan, saat ini Indonesia menjadi negara terbesar keenam penyumbang karbon. Bisa jadi lantaran karhutla, tahun ini Indonesia menjadi juara satu penyebar karbon yang mengakibatkan rusaknya lapisan ozon.

Karena itu, jangan biarkan tanah kosong di sekitar. Tanamlah pohon untuk udara segar, keteduhan dan air yang berlimpah. Lingkungan hijau yang asri tentu jauh lebih baik dari lingkungan kering kerontang, gersang dan dipenuhi kabut asap seperti yang terjadi beberapa bulan terakhir akibat karhutla di Sumatera dan Kalimantan. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

RKUHP, Koalisi Kebebasan Pers Sangsi Audiensi dengan DPR Bawa Perubahan

  • BMKG : Kemarau di Aceh Berlanjut Hingga Maret
  • Israel Beli Minyak Ke ISIS
  • TC Tahap Dua TImnas, Milla Tak Panggil Evan Dan Ilham

Tidak lama lagi kita akan merayakan pesta rakyat yang diadakan setiap 5 tahun sekali. Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden yang jatuh pada tahun 2019.