Jangan Jatuh Korban Lagi

Kita tak bisa menolerir pernyataan sikap yang disampaikan dengan cara kekerasan.

Jumat, 28 Nov 2014 09:24 WIB

Ari Pepe, makasar, bbm, bentrok, mahasiswa

Seorang bernama Ari Pepe kemarin petang kehilangan nyawa usai terjadi bentrokan antara mahasiswa melawan polisi di Makasar, Sulawesi Selatan. Hingga semalam kepolisian masih menyelidiki penyebab kematian Ari.

Bentrok berawal saat sekitar seratusan mahasiswa yang berunjukrasa menolak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) berusaha menyerbu kantor gubernur Sulawesi Selatan. Polisi yang berupaya menghalangi dilempari dengan batu yang lantas dibalas dengan tembakan gas air mata. Usai situasi yang tak terkendali itu, korban ditemukan tergeletak di lokasi dengan luka di kepala.

Upaya membawa korban ke rumah sakit tak membuahkan hasil. Nyawanya tak tertolong.

Bentrok dengan polisi rupanya tak cukup. Giliran berikutnya mahasiswa bentrok dengan warga sekitar kampus. Warga yang marah karena mahasiswa memblokir jalan, menyerbu kampus dan membakar empat motor di sana.

Kita tak ingin aksi menyampaikan pendapat berujung bentrokan kekerasan. Kita tak bisa menolerir pernyataan sikap yang disampaikan dengan cara kekerasan. Karena kekerasan bukan solusi, siapapun pelakunya. Baik masyarakat, mahasiswa atau aparat.

Kita juga sulit menerima bila penyampaian aspirasi dilakukan dengan mengganggu orang lain. Ujung-ujungnya benturan kepentingan dan berbuah bentrok. Alih-alih aspirasinya didengar dan didukung, malah nyawa bisa melayang. (Baca: Aksi Tolak BBM Naik di Makassar, Lima Mahasiswa Jadi Tersangka)

Mereka yang menolak penaikan BBM tentu punya hak menyampaikan aspirasinya. Bisa melalui wakil rakyat, bisa pula
melalui kepala daerah. Sampaikan dengan cara yang bermartabat. Rebut simpati warga jangan sampai malah antipati yang diterima.

Cukup sudah kekerasan itu. Cukup sudah satu jiwa melayang. Jangan sampai jatuh lagi korban sia-sia.



Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.