kanker, payudara, kesehatan

Di tengah keriuhan politik yang terjadi di Senayan, ini saat yang baik untuk berhenti sejenak. Mari kita meresapi makna Bulan Peduli Kanker Payudara di Oktober ini.

Soal kanker payudara mungkin terasa kalah seksi dengan perebutan kursi panas di Parlemen. Tapi ketahuilah kalau ini justru kenyataan pahit yang harus kita hadapi sehari-hari. Kanker payudara, bersama kanker serviks, adalah pembunuh terbesar di negara ini.

Kementerian Kesehatan mencatat kalau kedua jenis kanker ini paling tinggi kasusnya di seluruh rumah sakit di Indonesia, dibandingkan kanker lainnya. Kendala utama adalah karena masih banyak masyarakat yang percaya kalau kanker tak bisa dideteksi, tak bisa dicegah, apalagi disembuhkan. Juga karena takut, banyak yang tak berani menghadapi kenyataan bernama penyakit kanker.

Pengakuan artis dunia Angelina Jolie tahun lalu membuka banyak mata soal pentingnya deteksi dini kanker payudara. Jolie melakukan operasi pengangkatan kedua payudaranya demi mencegah kanker payudara. Tidak, dia belum divonis kanker, tapi ini dilakukan karena Jolie adalah seorang carrier atau pembawa resiko. Menurut dokter, Jolie memiliki resiko 87 persen kena kanker payudara karena faktor genetis. Setelah operasi dilakukan, menurut Jolie, resikonya terkena kanker payudara tinggal 5 persen.

Begitu pengakuan Jolie muncul, dampaknya langsung terasa. Di Inggris, makin banyak pasien yang datang ke dokter untuk memeriksakan payudara mereka. Dan ini masih terus berlangsung sampai sekarang. (Baca: Laki-Laki Bisa Juga Terkena Kanker Payudara)

Di Indonesia, kesadaran memeriksakan payudara, baik oleh perempuan maupun laki-laki, belum terlalu tinggi. Banyak yang belum tahu kalau kanker payudara bisa dicegah dengan cara sederhana. Yang utama adalah mendeteksinya sedini mungkin. Menurut WHO, mereka yang berusia 20-40 tahun mesti periksa paling tidak sekali, sementara yang berusia 40-50 tahun sebaiknya periksa dua tahun sekali.

Jaminan Kesehatan Nasional sudah menjamin semua pemeriksaan dan pengobatan kanker di fasilitas kesehatan dijamin oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Yang masih diupayakan masuk JKN adalah perawatan paliatif (interdisipliner) untuk pasien yang hidup dengan kanker. Jadi, tidak ada lagi alasan untuk tidak deteksi dini kan?

40% kanker bisa dicegah, termasuk kanker payudara. Setelah operasi mastektomi (pengangkatan payudara), Jolie bisa berkata pada anak-anaknya kalau mereka tak akan kehilangan dirinya karena payudara. Maka kita semua bisa jadi Jolie untuk anak-anak kita.

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!