dpr, wakil rakyat, korupsi, indonesia hebat, merah putih

Apakah anggota DPR periode 2014-2019 yang dilantik Rabu kemarin (1/10) akan benar-benar menjadi wakil rakyat? Bisakah kita berharap pada mereka yang pelantikannya menghabiskan dana Rp16 miliar? Di tengah publik, suara pesimistis bergaung lebih kuat.

Sebelum pelantikan saja, sudah ada lima orang yang batal dilantik karena menjadi tersangka kasus dugaan korupsi. Mereka adalah Jero Wacik, Idham Samawi, Herdian Koesnadi, Jimmy Demianus, dan Iqbal Wibisono. Jumlah yang dilantik pun 555 orang, bukan 560 anggota.

Soal profil anggota DPR periode ini, 43 persen wajah-wajah lama diprediksi akan mendominasi pengaruhnya pada wajah baru yang jumlahnya 57 persen. Jumlah wakil rakyat dari kalangan artis pun tak jauh beda dengan periode sebelumnya; periode lalu 16 orang, periode kini 15 orang. Kemampuan artis di DPR ini rata-rata mengecewakan.(Baca: MA Lantik Anggota DPR 2014-2019)

Seperti periode 2009-2014 lalu, mereka yang kini duduk di DPR harus merogoh kocek miliaran rupiah untuk melenggang ke Senayan. Bekas Wakil Ketua DPR, Pramono Anung pernah mengungkap, pada pemilu 2009 ongkos menjadi anggota DPR mencapai Rp6 miliar. Pada pemilu 2014 lalu tentu biayanya semakin besar.

Kondisi ini membuat fokus mereka tak lagi pada kinerja, tapi mencari uang balik modal. Tak aneh, ini membuat banyak anggota DPR yang masuk bui karena kasus korupsi. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap, 74 anggota DPR terlibat dalam kasus korupsi sejak 2007 hingga April lalu.(Baca: Tujuh Anggota Dewan Batal Dilantik)

Soal hasil kerja, bisakah mereka lebih baik dari periode sebelumnya? Atau sama dengan kinerja periode lalu yang dalam fungsi legislasinya hanya mengesahkan 92 RUU, sekitar 37 persen dari target pengesahan 247 RUU?

Dengan wajah parlemen seperti ini, mampukah para wakil rakyat memperjuangkan aspirasi rakyat yang memilih mereka? Atau mereka hanya akan tunduk pada kepentingan kelompok atau partainya? Sikap mereka kita tunggu di tengah sengitnya pertarungan Koalisi Merah Putih dan koalisi pendukung pemerintah, Koalisi Indonesia Hebat.

Kita akan awasi bersama, apakah mereka bakal bekerja untuk bangsa atau hanya untuk kepentingan golongannya saja.

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!