joko widodo, jusuf kalla, kpk, ppatk, syukuran rakyat

Entah berapa kali mantra itu disebut Presiden Joko Widodo kemarin. "Kerja, kerja dan kerja." Disebut dalam pidato pelantikan di Gedung MPR/DPR lantas disebut lagi jelang malam di hadapan ribuan orang di acara Syukuran Rakyat di Monas.

Kata ini juga jadi kunci bagi sebagian orang untuk menitipkan masa depan bangsa ini di pundak Jokowi. Era reformasi tak mampu menuntaskan janjinya akan perubahan. Sementara rakyat sudah terlalu lama menunggu. Begitu ada pemimpin yang jelas-jelas menyebut ia siap bekerja, maka itu juga yang menjadi semacam mantra.

Hari ini, kita akan melihat Jokowi menunaikan hari pertamanya sebagai Presiden. Agenda 100 hari pertama akan dibuka dengan pengumuman kabinet. Kabinet inilah yang juga ikut menentukan wajah dan kredibilitas Jokowi, juga Jusuf Kalla, sebagai pucuk pimpinan. (Baca: Pidato Pertama Sebagai Presiden, Jokowi Ajak Rakyat Majukan Indonesia)

KPK dan PPATK yang diminta untuk ikut menyeleksi, kabarnya tak meloloskan 8 dari 43 nama yang disodorkan Tim Transisi. Artinya, ada catatan, ada noda di situ. Dan noda sekecil apa pun bisa ikut melukai wajah pemerintahan Jokowi.

Setiap langkah Jokowi tak bisa dilepaskan dari pandangan publik. Jokowi sudah meminta kita, rakyat Indonesia, untuk tetap mengawasi. Maka kritik adalah sebuah keniscayaan. Dan karena itu kita juga masih berani berharap akan Indonesia yang lebih baik. (Baca: Jokowi Dilantik, Pasar dan Rupiah Menguat)

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!