jokowi harapan baru, presiden baru, pelantikan presiden, pesta rakyat, mahatma gandhi

Ada dua jenis kekuasaan, ujar Mahatma Gandhi. Yang pertama, kekuasaan yang dibangun di atas ketakutan terhadap hukuman. Yang kedua, kekuasaan yang berdiri di atas landasan cinta. Gandhi lantas melanjutkan, kekuasaan yang didasari cinta akan seribu kali lebih efektif dan permanen ketimbang kekuasaan yang dibentuk karena rasa takut akan hukuman.


Mahatma Gandhi, kita semua tahu, lebih dari seorang pejuang, adalah seorang empu perdamaian. Berlawanan dengan semua teori peperangan, ia tak pernah melawan kekerasan dengan kekerasan serupa. Atau mengangkat senjata – yang menebar terror dan rasa takut, terhadap lawannya. Ia justru bereaksi atas kekuasaan dengan kelembutan seorang empu dan cinta seorang bapak terhadap anak-anak bangsanya. Gandhi adalah sebuah legenda.


Hari-hari ini publik mengelukan datangnya seorang pemimpin baru. Seorang lelaki berperawakan kerempeng, berwajah kebanyakan, dan tidak pandai berbicara. Ia datang dari kerasnya hidup bernama kemiskinan. Ia pernah digusur, berpindah-pindah rumah kontrakan. Sudah jelas, kita tak perlu mengajarinya tentang susahnya hidup jadi orang miskin.


A New Hope – kata majalah Time. Jokowi memang memberi harapan baru. Lebih-lebih ia juga telah memutus mitos tentang pemimpin yang harus datang dari trah atas, darah biru. Kekuasaan yang kini ia rengkuh adalah hasil dari jutaan rasa kecewa terhadap para pemimpin sebelumnya. Pantas dan wajar kalau rakyat mengadakan pesta atau syukuran atas terbitnya sang pembawa harapan.


Yang kemudian ditunggu adalah siapa saja nama-nama menteri yang bakal ia pilih untuk menjalankan pemerintahan. Jokowi kabarnya sudah menyerahkan sejumlah nama calon pembantunya ke KPK. Lembaga ini diharapkan bisa menyaring siapa saja yang punya rekam jejak buruk dan siapa yang bersih. Cara yang ditempuh Jokowi ini valid, karena rekrutmen calon menteri yang hanya berdasarkan rasa suka atau tidak suka, hanya bakal jadi beban untuk pemerintahannya.


Mulai hari Senin, 20 Oktober ini, kita punya presiden baru. Presiden pilihan rakyat. Presiden yang datang dari kalangan rakyat. Kepadanya kita meletakkan harapan, republik ini mampu bangkit menjadi negeri demokrasi yang disegani. Negeri yang dibanggakan rakyatnya. Sebuah negeri yang, seperti kata Mahatma Gandhi, dibangun di atas landasan cinta kepada rakyat.


Selamat datang Presiden Baru!

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!