tato, susi pudjiastuti, jokowi

Begitu nama 34 menteri Kabinet Kerja diumumkan, satu per satu latar belakang para menteri dikupas. Ada yang dipuji, ada yang diberi catatan, ada yang dipertanyakan.

Salah satu yang paling banyak disorot media adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Gara-garanya adalah latar belakang pendidikannya yang tidak sampai lulus SMA. Ini lantas menjadi bahan untuk mempertanyakan kemampuan Susi sebagai menteri, mengingat di jajaran Kabinet Kerja banyak juga yang sudah bergelar profesor.

Selain itu ada juga yang menyorot soal tato di betis serta rokok di tangan Susi. Setelah pelantikan, Susi memang terlihat langsung melepas sepatu hak tingginya dan menghembuskan asap rokok. Susi meminta wawancara dilakukan setelah ia selesai merokok. Gara-gara pegang rokok ini, juga tato di kakinya, ia seperti mendapat label-label tambahan.

Apakah label tambahan itu relevan? Jelas tidak.

Yang jadi patokan Presiden Jokowi dalam memilih para menterinya adalah soal komitmen dan kerja keras. Dalam UU Kementerian tidak diatur syarat pendidikan dari seorang Menteri. Dan di sini, Presiden Jokowi menggunakan hak prerogatifnya dengan tepat. Susi dipilih bukan karena pendidikan, kebiasaan merokok atau tato di betis kanannya.

Soal pendidikan, Susi punya jawaban jitu: "Saya nggak berpendidikan, tapi saya profesional". Ini terbukti dan teruji dengan deretan panjang karirnya. Memulai usahanya sebagai pengepul ikan di Pangandaran lantas mendirikan pabrik pengolahan ikan pada 1996 dengan nama PT ASI Pudjiastuti Marine Product. Dengan pesawat yang sebetulnya untuk mengangkut lobster dan ikan segar lantas dipakai untuk menjangkau daerah korban bencana tsunami Aceh pada 2004. Pesawat Cessna milik Susi tercatat sebagai pesawat pertama yang mencapai lokasi bencana untuk distribusikan bantuan kepada korban di wilayah terisolir.

Dari situlah Susi memulai bisnis barunya dengan Susi Air, maskapai penerbangan spesialis daerah perintis. Per tahun lalu, Susi Air memiliki 49 unit pesawat yang menghubungkan ratusan rute penerbangan di kota-kota terpencil Tanah Air.(Baca: Dari Pengangkut Lobster, Susi Air Merambah Jalur Penerbangan Perintis di Papua)

Presiden Jokowi memberi nama kabinetnya sebagai "Kabinet Kerja". Dengan modal kerja, Jokowi meraih dukungan luas saat maju sebagai Walikota Solo, Gubernur Jakarta dan Presiden Indonesia. Dan dengan kerja pula, Susi menapaki karirnya selepas SMA sampai memiliki bisnis penerbangan, perikanan, sekolah penerbangan sampai memberdayakan para nelayan.

Karena ini soal kerja bukan agama, jenis kelamin, rokok apalagi tato.

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!