Duri Bernama FPI

Kapolda juga merekomendasikan agar FPI dibubarkan saja. Uniknya Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi yang emoh.

Jumat, 10 Okt 2014 09:29 WIB

Terpujilah Ahok dan semoga tersadarkanlah Mendagri. Keberanian Basuki Tjahaja Purnama terhadap Front Pembela Islam (FPI) patut diacungi jempol.Sikap tegas lugasnya terhadap ormas yang gemar melakukan kekerasan itu menunjukkan keinginan kerasnya agar warga Jakarta terbebas dari keresahan.

FPI seperti sama-sama kita mengerti adalah organisasi yang membawa-bawa nama Islam untuk membenarkan tindakan non-Islaminya. Terakhir sungguh disesalkan bagaimana organisasi yang dipimpin Rizieq Sihab itu menyerbu Balai Kota karena tak suka Basuki Tjahaja Purnama menjadi pengganti Joko Widodo. Kita heran melihat FPI menentang kehendak rakyat yang telah memilih Jokowi-Ahok sebagai kepala daerah Jakarta. Dan ketika Jokowi terpilih sebagai presiden, maka Ahok-lah penggantinya.

Lebih heran lagi bahwa otoritas di negeri ini diam saja tak mengambil tindakan. Membubarkan ormas itu, misalnya. Kita harus memberi apresiasi pada Polda Metro Jaya yang menetapkan beberapa orang FPI sebagai tersangka. Kapolda juga merekomendasikan agar FPI dibubarkan saja. Uniknya Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi yang emoh. Ia malah pernah bilang bahwa FPI adalah aset bangsa. Mendagri mau menipu mata kita yang jelas-jelas melihat FPI merusak aset daerah. (Baca:

Ahok yang gusar lalu menyiapkan rekomendasi pembubaran FPI. Tapi ia memilih menunggu Mendagri baru. Agaknya ia patah harapan dengan Mendagri sekarang. Ya, banyak yang begitu juga sih. (Baca: Lagi, Pernyataan Mendagri Gamawan soal FPI)

FPI sudah lama menjadi persoalan masyarakat. Berbeda dengan pengakuan mereka yang menyebut diri berupaya menjadi penyelamat masyarakat. Bisa dibilang FPI adalah duri dalam dagingnya ketenangan masyarakat. Mereka pernah bermanfaat ketika pertama didirikan. Yakni bagi rezim lama yang ingin dipertahankan. FPI bersama milisi-milisi sipil disiapkan untuk bentrok dengan gerakan demokrasi yang menjatuhkan Suharto. Bila kita mengingat tahun-tahun itu tak heran apabila ketika menyerbu Balai Kota beberapa waktu lalu mereka disebut-sebut bekerja sama dengan elit Partai Gerindra. Beberapa elit partai itu dulu juga menyiapkan milisi sejenis. (Baca: Polisi Buru Pemasok Dana untuk FPI)

Tapi durinya FPI sebetulnya bukan sekadar duri bagi masyarakat dalam arti umum. Karena mereka mengaku menjadi penyelamat Islam, maka polah FPI telah menjadi duri bagi umat Islam. Semestinya itu disadari betul oleh mayoritas pemeluk Islam Indonesia.

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.