Menjaga KPK

Tak heran bila kemudian orang menduga ada nama-nama besar berada di balik layar, sedang berupaya menghancurkan lembaga antirasuah itu.

Selasa, 05 Sep 2017 05:20 WIB

Ilustrasi: KPK dalam Ancaman

Ilustrasi: KPK dalam Ancaman

Kepolisian Jakarta tengah bersiap untuk memeriksa pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemeriksaan saksi ini dilakukan terkait penyidikan kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan penyidik senior KPK Novel Baswedan. Kasus itu dilaporkan oleh Direktur Penyidikan KPK Brigjen Aris Budiman.

Keluarga Novel Baswedan menilai janggal kasus tersebut. Bak meteor, kasus dengan pesat dari penyelidikan naik kepenyidikan begitu kasus dilaporkan oleh jenderal polisi berbintang satu tersebut. Kasus ini berasal dari  surat elektronik yang dikirimkan Novel Baswedan pada 14 Februari 2017. Dan ini baru dilaporkan ke polisi 6 bulan kemudian. Kasus baru dimunculkan jelang Aris membangkang dengan hadir memenuhi undangan Pansus Angket KPK.

Tak heran bila kemudian orang menduga ada nama-nama besar berada di balik layar, sedang berupaya menghancurkan lembaga antirasuah itu. Ini lantaran hanya orang atau kelompok yang punya kekuatan dana atau posisi saja yang bisa menggerakkan berbagai kalangan untuk melakukan aksi yang sistematis ini.  

Gencarnya serangan melalui cara memperkarakan yang begitu cepat diusut, berkebalikan dengan saat Novel jadi korban. Kasus penyerangan yang mengakibatkan mata Novel nyaris buta pada hampir 5 bulan lalu, tak jelas penuntasannya. Padahal tak kurang Presiden Jokowi memberi perhatian khusus pada kasus ini dengan memanggil Kapolri Tito Karnavian pada akhir Juli lalu.

Genderang perang sudah dibunyikan. Pesan dari komplotan garong duit negara itu jelas. Jangan coba-coba sentuh, bila tak ingin kehilangan pandangan mata atau jiwa atau menikmati kurungan penjara. Masyarakat antikorupsi sepatutnya segera merapatkan barisan. Demi kemenangan  perang pemberantasan korupsi. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi
  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial

Sumur Minyak Tradisional di Aceh Timur Akan Ditutup

  • Ajuran Tarif Tak Dipenuhi, Menhub Kembali Akan Panggil Aplikator Ojek Online
  • Situs Uji Coba Nuklir Korut Dilaporkan Hancur
  • Madrid Pecahkan Rekor dengan 150 Kemenangan di Liga Champions

Anda berencana ke luar negeri? Ingin beli oleh-oleh, tapi takut kena pajak? Pada 1 Januari 2018, pemerintah menerbitkan regulasi baru untuk impor barang bawaan penumpang dan awak sarana pengangkut.