Bencana

Yang terpenting adalah memastikan sumber-sumber air terjaga kelestariannya. Artinya, tak boleh lagi ada aktivitas bisnis semacam penambangan yang berpotensi merusak lingkungan dan sumber air.

Jumat, 15 Sep 2017 05:48 WIB

Presiden Joko Widodo mempersiapkan langkah-langkah untuk menanggulangi masalah kekeringan.

Presiden Joko Widodo mempersiapkan langkah-langkah untuk menanggulangi masalah kekeringan. (Foto: Antara/Rosa Panggabean)

Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kekeringan tahun ini bakal lebih parah dari 2016. Catatan BMKG sudah 2 bulan ini Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara tak diguyur hujan. NTT menjadi yang terparah lantaran sudah 100 hari hujan tak mengguyur tanah yang langganan kekeringan.

Itu sebab, 3 hari lalu Presiden Joko Widodo secara khusus menggelar rapat membahas kekeringan. Selain  kementerian dan lembaga, sejumlah kepala daerah turut diundang. Kepala Negara  menginstruksikan para aparaturnya untuk memastikan ketersediaan air bersih dan pangan bagi warga yang terdampak bencana kekeringan. Tak lupa Presiden mengingatkan untuk mengantisipasi potensi bahaya kebakaran hutan dan lahan terutama gambut akibat kekeringan.

Para menteri, kepala lembaga juga kepala daerah sepatutnya segera melaksanakan instruksi tersebut. Dan terutama  yang terpenting adalah memastikan sumber-sumber air terjaga kelestariannya. Ini artinya, tak boleh lagi ada aktivitas bisnis semacam penambangan yang berpotensi merusak lingkungan dan sumber air seperti di pegunungan Kendeng, Jawa Tengah.

Alam sudah kerap memberi peringatan aktivitas semacam penambangan menghancurkan kehidupan sekitar. Bencana kekeringan saat kemarau dan banjir longsor saat musim penghujan tiba. Tentu kita tak ingin bencana itu terjadi dan menelan korban jiwa dan harta benda warga. Menjadi tugas pemerintahlah untuk memastikannya. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.