Puing akibat terjangan banjir bandang di Garut, Jawa Barat.

Puing-puing bekas terjangan banjir bandang aliran Sungai Ciamanuk di Kampung Cimacan, Kecamatan Tarogong, Kabupaten Garut, Jawa Barat (foto: Antara)


Tagar PrayForGarut dan Sumedang menjadi trending topic di jejaring sosial Twitter. Ucapan belasungkawa terus mengalir bagi korban bencana banjir bandang di Kabupaten Garut dan longsor di kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Jumlah korban tewas dan hilang masih terus bertambah, ribuan orang kini berada di pengungsian lantaran rumah mereka bukan saja rusak tapi juga rata dengan tanah.

Warga yang selamat menyebut banjir bandang yang terjadi Selasa malam lalu itu begitu mengerikan. Air meluap dari Sungai Cimanuk menyeret apapun yang dilewatinya. Warga mengaku tak ada peringatan bencana. Tak ada ancang ancang mengevakuasi diri. Benarkah tak ada peringatan?

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebetulnya sudah mengeluarkan himbauan agar masyarakat di sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Jawa Barat,mewaspadai potensi hujan lebat yang akan terjadi pada 19 hingga 22 September. Pada tanggal itu BMKG memperingatkan, ada potensi terjadi banjir bandang dan tanah longsor. Apakah peringatan ini direspon serius oleh pemerintah daerah? Apakah sudah ada antisipasi? 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB menyebut selama periode 2016 telah terjadi  554 kejadian banjir yang menewaskan 72 orang dan sebanyak 1,9 juta jiwa menderita dan mengungsi. Sementara dari 349 kejadian longsor tahun ini, sebanyak 130 orang tewas dan 18.728 jiwa mengungsi dan menderita. Catat, angka sebesar itu belum termasuk bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Garut dan Sumedang.  

Melihat korban bencana sebanyak itu, apa iya kita sudah cukup waspada menghadapi bencana? Waspada bukan berarti diam menunggu. Waspada berarti bersiap diri, berupaya mencegah timbulnya dampak yang merugikan dan jatuhnya korban jiwa.

Alam selalu memberikan tanda dan peringatan. Perkaranya, maukah kita mendengar? 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!