Orangutan. (Antara)

Orangutan. (Antara)

Sebulan terakhir sudah berkali-kali kawasan hutan yang dikelola untuk konservasi orang utan di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur terbakar. Kemarin siang api kembali membakar lokasi yang luasnya ratusan hektare tersebut. Kebakaran sudah menghanguskan landasan helikopter di lokasi dan tinggal dua ratusan meter dari kantor Yayasan Orangutan Survival Foundation (BOSF), pengelola kawasan.

Di kawasan konservasi ini ada lebih 200 individu orang utan dan 46 ekor beruang madu yang tengah dirawat dan direhabilitasi untuk kelak dilepasliarkan. Karena itu, pengelola berencana memindahkan mereka ke lokasi kilometer 38 Semboja. Dikuatirkan kebakaran akan meluas lantaran sudah berulangkali api berhasil dipadamkan namun kemudian muncul kembali.

Sejak 2007 oleh organisasi konservasi alam internasional (WEB -The International Union for Conservation of Nature) orangutan masuk daftar merah. Menurut lembaga dunia itu, dalam 75 tahun terakhir jumlah orang utan menurun sebanyak 80%. Bila kondisi itu dibiarkan, maka 10 hingga 20 tahun mendatang orang utan akan punah. Karena itu, orang utan di Kalimantan masuk kategori terancam punah sedangkan saudaranya yang ada di pulau Sumatera masuk kategori sangat terancam punah. Diperkirakan jumlah orang utan di pulau Kalimantan 12 ribuan. Sedangkan yang ada di Sumatera diperkirakan hanya sejumlah 6500an individu.

Begitulah dampak buruk pembakaran hutan dan lahan -- tak hanya bagi manusia, tapi lingkungan sekitar dan satwa penghuninya terkena petaka asap dan api. Perlu upaya lebih serius untuk memadamkan kebakaran yang terjadi dan sekaligus mencegah kebakaran tak terulang. Dalam diskusi antara Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dengan para ahli terkait kebakaran muncul 11 langkah pengelolaan lahan. Di antaranya rehabilitasi lahan, pengetatan izin dan memasukkan kebakaran hutan dalam isu keamanan nasional. Konsisten pada itu tentu akan sangat membantu memastikan orang utan tak punah dari bumi ini. 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!