Yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga

Melihat perombakan ini, setidaknya Jokowi sadar penegakan hukum menjadi kunci bagi tumbuhnya iklim investasi. Dengan begitu roda perekonomian bisa berjalan lancar.

Kamis, 13 Agus 2015 10:00 WIB

Pelantikan menteri baru.  (Ais/KBR)

Pelantikan menteri baru. (Ais/KBR)

Presiden Joko Widodo mengumumkan perombakan Kabinet Kerja yang sudah berjalan sepuluh bulan. Beberapa di antaranya adalah Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil yang digantikan Darmin Nasution serta posisi Menteri Koordinator Hukum dan HAM dioper dari Tedjo Edhy ke Luhut Panjaitan.

Nama-nama menteri yang dirombak itu sudah diprediksi sebelumnya. Sebut saja Menko Perekonomian yang sejak Juni lalu disorot kalangan pengusaha. Mereka menjerit lantaran nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS menembus level Rp 13.234. Semalam malah, Rupiah anjlok di angka Rp13 888 / Dollar AS. Ini merupakan rekor terendah sejak 1998 atau 17 tahun terakhir.

Parahnya sikap Sofyan Djalil soal ini sungguh tak elok. Ia menilai anjloknya Rupiah adalah kewajaran sehinga tak perlu dikhawatirkan. Belum lagi pertumbuhan ekonomi di kuartal yang tak bergerak di angka 4,7 persen. Jauh dari target Presiden 5,7 persen.

Setali tiga uang dengan Tedjo Edhy. Ia kerap melontarkan pernyataan yang bertentangan dengan nawacita Jokowi terkait pemberantasan korupsi dan penegakan hukum. Ucapan yang paling kontroversial adalah menyebut pendukung KPK sebagai masyarakat tidak jelas. Politisi Nasional Demokrat itu pun langsung dibully publik lewat media sosial.

Melihat perombakan ini, setidaknya Jokowi sadar penegakan hukum menjadi kunci bagi tumbuhnya iklim investasi. Dengan begitu roda perekonomian bisa berjalan lancar. Tidak seret seperti sekarang.

Masuknya sosok Darmin Nasution tak terlalu mengecewakan. Ia pun tak asing bagi publik. Sebelumnya, dia pernah menjabat Gubernur Bank Indonesia pada 2010-2013. Ia juga sempat menggantikan posisi Boediono yang saat itu maju sebagai Wakil Presiden. Karier Darmin dalam hal kebijakan fiskal dan moneter cukup matang. Dengan posisinya sebagai Ketua Bapepam dan Lembaga Keuangan, Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan dan Deputi Gubernur Senior BI.

Paling tidak dari perombakan ini ada harapan baru yang mengintip. Bahwa ada kesadaran memperbaiki sesuatu sebelum terlambat. Bahwa ekonomi bakal didongkrak.


Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.