Perang Melawan Mafia Daging Sapi

Naiknya harga daging saat ini diduga bentuk perlawanan dari mafia sapi setelah pemerintah mengurangi kuota impor dari 270 ribu ekor menjadi hanya 50 ribu ekor pada kwartal III tahun ini.

Selasa, 11 Agus 2015 10:00 WIB

Sapi. (Danny/KBR)

Sapi. (Danny/KBR)

Puluhan ribu pedagang bakso di Jakarta dan sekitarnya gundah. Harga daging sapi yang menjadi bahan utama bakso sedang tidak bersahabat. Angkanya kini menembus Rp 100 ribu per kilo. Bagi Asosiasi Pedagang Mi dan Bakso Indonesia, kondisi yang sudah berlangsu beberapa hari ini sudah tidak masuk akal. Tidak ada lagi harga daging Rp80 ribu perkilo seperti biasa.

Pemerintah sebetulnya sudah menegaskan persediaan sapi dalam negeri mencukupi untuk kebutuhan tiga bulan, paling tidak hingga hari raya Qurban September mendatang. Tapi di lapangan justru bicara lain.

Gundah juga dialami para pedagang daging, dan tentu, konsumen. Mereka kekurangan stok daging hingga harga melambung. Pedagang merugi karena pembeli berkurang. Di beberapa daerah harga daging kualitas super bahkan mencapai Rp150 ribu perkilo. Ini kenaikan paling ajaib. Ada yang menyebut ini kenaikan tertinggi selama 30 tahun terakhir.

Kecurigaan pun mengarah pada mafia sapi yang selama ini mengeruk keuntungan besar dari minimnya stok dan tingginya kebutuhan. Genderang perang melawan mafia daging sapi sudah ditabuh sejak 2013 lalu ketika KPK menyikat petinggi Partai Keadilan Sejahtera PKS Luthfi Hasan Ishak dan broker impor sapi Ahmad Fathanah. Maka kini naiknya harga daging saat ini diduga bentuk perlawanan dari mafia sapi setelah pemerintah mengurangi kuota impor dari 270 ribu ekor menjadi hanya 50 ribu ekor pada kwartal III tahun ini. Hitung-hitungan kasar, mereka kehilangan omzet lebih dari Rp2 triliun.

Pemerintah harus bergerak cepat melakukan intervensi. Tidak cukup  hanya lewat operasi pasar, atau menjual daging di bawah harga pasar. Tapi juga menetapkan harga eceran tertinggi daging sapi, khususnya menjelang Hari Raya Qurban. Tidak boleh komoditas ini diserahkan begitu saja ke harga pasar.  


Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.