Penyandang disabilitas. (Foto: Antara)

Penyandang disabilitas. (Foto: Antara)

Ratusan penyandang disabilitas menggeruduk gedung DPR. Memakai pakaian dari berbagai daerah, semenjak pagi mereka sudah beraksi di Bundaran HI. Sembari memperingati kemerdekaan, kemarin mereka melakukan aksi “Karnaval Budaya Disabilitas” untuk mendesak parlemen mempercepat proses RUU Penyandang Disabilitas. Mereka berharap RUU itu bisa disahkan sebagai usul inisiatif DPR bulan ini.

Dengan tema “Bergerak untuk Disabilitas” mereka berharap dengan RUU itu negara dan juga swasta tak lagi mendiskriminasi. Sayangnya tahapan legislasi molor di parlemen karena tertundanya Daftar Inventaris Masalan (DIM). Masalah lainnya adalah proses harmonisasi dan sinkronisasi di Badan Legislasi (Baleg), padahal RUU ini sudah menjadi prioritas sejak Februari lalu. Dari 159 RUU yang masuk dalam Program Legislasi nasional (Prolegnas) hingga empat tahun mendatang, RUU Penyandang Disabilitas masuk menjadi prioritas bersama 36 RUU lainnya. Jadi, tak heran bila penyandang disabilitas lantas menggeruduk rumah wakil rakyat. Kalau yang sudah jadi RUU prioritas saja molor, bagaimana dengan RUU lainnya?

Kita berharap para wakil rakyat di Komisi VIII sungguh-sungguh menjalankan komitmennya dalam proses legislasi. Jangan sekadar urusan internal pertarungan politik lantas segera dibahas seperti revisi UU MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3). Tapi juga RUU lain terutama yang sudah disepakati untuk diprioritaskan penuntasannya, termasuk RUU Penyandang Disabilitas.

Ketua Panitia Kerja (Panja) DPR untuk RUU Penyandang Disabilitas Ledia Hanifa Amaliah, optimistis aturan ini bisa disahkan pada tahun ini. Tapi bila kita melihat buruknya kinerja legislasi parlemen, kita ragu RUU Penyandang Disabilitas bisa disahkan. Mumpung hari internasional penyandang disabilitas masih empat bulan lagi, ada baiknya Panja segera menuntaskan tugasnya. Semoga pada 3 Desember saat peringatan hari disabilitas, kita bisa memberikan kado indah disahkannya RUU Penyandang Disabilitas. 


Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!