Doa untuk Novel

Publik yang masih waras dan tak mau negara jatuh pada koruptor, jelas berada satu barisan dengan Novel dan KPK yang tengah digempur serangan balik koruptor dan kroni-kroninya.

Jumat, 21 Jul 2017 05:34 WIB

Aksi doa bersama untuk Novel Baswedan

Pegawai KPK menggelar doa bersama untuk Novel Baswedan di gedung KPK, dalam rangka 100 hari penyerangan terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan. (Foto: Antara/Reno Esnir)

Mata kiri Novel Baswedan terancam buta. Mata kiri Novel itu kini hanya berwarna putih, sama sekali tidak bisa dipakai melihat. Jaringan di mata kirinya sudah rusak. Sudah 100 hari penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu berada di rumah sakit, setelah ia disiram air keras oleh dua orang tak dikenal pada 11 April lalu. Serangan yang diyakini sangat berkaitan dengan kerja-kerja Novel memburu para koruptor.

Sejak peristiwa serangan biadab itu, ribuan orang dari berbagai daerah menggelar aksi dukungan untuk Novel Baswedan dan KPK. Kemarin puluhan orang, termasuk istri Novel Baswedan, bergabung dengan pegawai dan pimpinan KPK. Mereka menggelar aksi doa bersama untuk kesembuhan salah satu penyidik terbaik yang dimiliki KPK. Publik yang masih waras dan tak mau negara jatuh pada koruptor, jelas berada satu barisan dengan Novel dan KPK yang tengah digempur serangan balik koruptor dan kroni-kroninya. Teror terhadap Novel adalah teror terhadap KPK, dan teror pada semua orang yang muak dengan ulah koruptor.

Dukungan publik tidak boleh surut. Apalagi, polisi tidak kunjung menangkap dan memproses hukum pelaku teror terhadap Novel Baswedan itu. Perburuan terhadap pelaku penyerangan Novel Baswedan adalah pertaruhan besar bagi polisi, juga bagi negara. Penangkapan pelaku maupun dalangnya bukan hanya untuk memberikan keadilan bagi Novel Baswedan, tapi juga untuk memastikan bahwa negara tidak kalah terhadap serangan balik koruptor.

Jika pelaku serta dalangnya tak bisa dihukum, bisa jadi Novel betul: ada orang kuat bermain di kepolisian. Dan itu artinya, negara dalam bahaya. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi
  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial

Sumur Minyak Tradisional Terbakar, Puluhan Warga Aceh Timur Mengungsi

  • Polisi Masih Selidiki Kebakaran Sumur Minyak di Aceh
  • Pemerintah Hong Kong Janji Bantu Indonesia Ungkap Kasus Bank Century
  • Dortmund Pertimbangkan Gunakan Jasa Arsene Wenger

Anda berencana ke luar negeri? Ingin beli oleh-oleh, tapi takut kena pajak? Pada 1 Januari 2018, pemerintah menerbitkan regulasi baru untuk impor barang bawaan penumpang dan awak sarana pengangkut.