Setelah Lebaran Usai

Hangatnya Lebaran harusnya bisa kita tularkan juga ke hari-hari lain. Kegembiraan beribadah mestinya bisa dirasakan semua orang - tanpa kecuali.

Senin, 11 Jul 2016 10:00 WIB

Ketupat. (Antara)

Ketupat. (Antara)

Musim Lebaran sudah usai. Hari ini, semua kembali ke rutinitas semula. Dengan pekerjaan, kesibukan, kemacetan juga hal-hal lainnya.


Yang tersisa dari masa Lebaran lalu adalah kegembiraan. Mungkin sampai hari 

ini, lini masa di media sosial Anda masih penuh dengan foto-foto bersama keluarga. Di tengah panjangnya arus mudik dan arus balik, padatnya tempat wisata, Lebaran menghadirkan rasa hangat. Rasa hangat ini yang ingin terus kita jaga supaya tetap hadir. Seperti saat kita mendengar soal menangnya sebuah kelompok paduan suara anak Indonesia di Italia, akhir pekan lalu. Senyum langsung tersungging, ikut bangga dan senang.


Tentu saja bukan berarti hidup tak ada masalah. Ada juga yang tak bisa merasakan hangat dan bahagianya Lebaran kemarin, seperti pengungsi Syiah di Sampang. Mereka ingin pulang kampung, tapi tak bisa karena dikhawatirkan bakal terjadi aksi kekerasan. Aparat yang mestinya melindungi mereka, justru meminta mereka untuk tak pulang kampung.


Dan yang jadi korban bukan hanya kelompok Syiah di Sampang. Banyak lainnya yang belum bisa merasakan hangatnya Lebaran tahun ini – atau yang lebih luas lagi, belum bisa merasakan hangatnya beribadah dengan tenang. Padahal Undang-undang sudah menjamin begitu. Padahal konstitusi sudah menjamin begitu. Dan padahal ada negara serta aparat yang mestinya juga menjamin itu terjadi. Tapi nyatanya, itu tidak terjadi. Atau mungkin lebih tepatnya, belum terjadi – demi tetap menjaga optimisme pada bangsa ini.


Hangatnya Lebaran harusnya bisa kita tularkan juga ke hari-hari lain. Kegembiraan beribadah mestinya bisa dirasakan semua orang - tanpa kecuali. Dan negara harus menjamin itu untuk terjadi. Ini PR besar yang masih menanti kita semua.



Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh

Jokowi Segera Jadikan UKP PIP Setingkat Menteri

  • 2018, Pemerintah Fokus Tuntaskan Masalah Konektivitas di Papua
  • RSPI Sulianti Saroso Buka Rujukan ke RS Fatmawati dan RS Persahabatan
  • 7 Hari, Polisi Tangani 50 Kasus Penimbunan Pangan Jelang Natal

Dan tentu saja di akhir tahun dan menjelang akhir tahun, selalu ada yang baru dan berbeda yang akan dipersembahkan Alfamart pada para pelanggannya.