Macet. (Antara)

Macet. (Antara)

Setidaknya ada dua hal utama yang dari tahun ke tahun bikin pening kepala saat musim mudik saat Idul Fitri tiba. Yakni; kecelakaan dan kemacetan. Jauh jelang musim mudik, kedua hal itu coba diantisipasi pemerintah.

Untuk meminimalkan kecelakaan, pemerintah memberikan angkutan gratis bagi pengendara roda dua yang hendak mudik. Pasalnya moda transportasi ini rawan kecelakaan lantaran tidak dirancang untuk dikendarai dalam waktu lama dan jauh. Saat mudik tahun lalu moda ini menyumbang kecelakaan lalulintas terbanyak. Mudik tahun ini, kecelakaan kendaraan roda dua masih menyumbang yang terbanyak, sejumlah 53 persen. 

Secara keseluruhan jumlah kejadian cenderung turun. Data yang tercatat di Posko Angkutan Mudik Nasional 2016  Kementerian Perhubungan, angka kecelakaan hingga kemarin mencapai 2.327 kasus. Sementara pada 2015, angka kecelakaan mencapai 3.049 kasus. Kita berharap hingga berakhirnya arus balik mudik, angka itu tak bertambah banyak. 

Di sisi kemacetan --terutama di pulau Jawa-- pemerintah mengantisipasi dengan membuka sejumlah ruas tol baru. Salah satunya tol Pejagan-Brebes. Tapi alih-alih memperlancar arus mudik, pembukaan jalan bebas hambatan ini malah bikin masalah lantaran membuat para pemudik berbelas jam terjebak di tol. Seorang pemudik mengeluhkan kemacetan tahun inilah yang terparah sepanjang pengalamannya setiap tahun rutin menjalani ritual ini.

Kemacetan di tol Brebes ini mestinya jadi pelajaran berharga. Sayangnya tak ada yang mau mengambilalih tanggungjawab atas kemacetan itu. Menteri Perhubungan Ignasius Jonan meminta Kementerian Pekerjaan Umum menjatuhkan sanksi pada pengelola jalan tol. Sebaliknya Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) berkelit dan menilai Perhubungan dan Polisi yang bertanggungjawab dalam pengaturan lalu lintas. Menurut mereka seharusnya kedua lembaga itu mengalihkan arus lalu lintas saat tol Brebes padat. 

Lepas dari saling tuding itu, sepatutnya mereka segera duduk bersama menyiapkan antisipasi saat arus balik tiba. Agar esok tol benar-benar jadi jalan bebas hambatan, bukan malah jadi pelambat pulangnya para pemudik ke rumah masing-masing.


Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!