Kebakaran di Bandara Soekarno-Hatta. (Antara)

Kebakaran di Bandara Soekarno-Hatta. (Antara)

Apakah Anda ikut terjebak bersama 3900an calon penumpang Garuda Indonesia di Bandara Soekarno Hatta? Kalau ya, mudah-mudahan pada akhirnya Anda berhasil selamat sampai tujuan. Dengan 49 penerbangan yang tertunda, 3000 diantaranya memilih membatalkan penerbangan mereka atau menjadwal ulang penerbangan.

Kebakaran di Terminal 2E Bandara Soekarno Hatta ini menyebabkan hangusnya ruang tunggu, juga terganggunya sistem online pelayanan penumpang dan operasional bandara. Bayangkan jika ini terjadi di hari-hari terakhir bulan Ramadan.

Kementerian Perhubungan memperkirakan mereka yang ingin mudik lewat jalur udara mencapai 6,5 juta orang. Tidak terbayang kepanikan yang terjadi atau reaksi para penumpang yang terlambat berlebaran di kampung halaman. Belum lagi jadwal penerbangan di bandara lain yang menjadi tempat transit bakal ikut terganggu.

Menjadi pertanyaan, bagaimana bandar udara tersibuk di Indonesia ini bisa lalai dalam mengantisipasi kebakaran. Bahkan, bandara itu tidak punya sistem deteksi pemadam kebakaran otomatis yang menggunakan sensor asap dan panas. Bandingkan dengan Bandara Internasional Soepadio Pontianak yang sudah menggunakan sistem ini.

Ini menjadi pukulan. Jangan-jangan terminal-terminal lain di Bandara Soekarno Hatta tidak punya sistem cepat mendeteksi dan mengantisipasi bencana serupa. Kondisi ini membuat para calon penumpang akan khawatir jika kejadian itu terulang lagi karena sistem pengendalian krisis kebakaran tidak tertata baik.

Lebaran kurang 10 hari lagi. Kita berharap betul agar masa mudik tahun ini pengelola tempat keberangkatan moda transportasi siaga 100 persen. Di bandar udara, pelabuhan, stasiun kereta api dan terminal bus.

Jangan sampai cerita kepanikan, kekecewaan dan kemarahan akibat ketidak becusan pengelola dalam menanggulangi krisis, kembali terjadi.


Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!