Bahaya Narkoba

Hampir setengah penggunanya berstatus pelajar dan mahasiswa. Pasar yang menggiurkan bagi para bandar. Tak heran bila di negara lain jenis yang beredar tak sampai 5 macam, di negeri ini 63 jenis.

Selasa, 26 Jun 2018 05:15 WIB

Ilustrasi: Sindikat jaringan narkotika internasional ditangkap petugas di Aceh (9/6)(Foto: Antara/Sy

Ilustrasi: Sindikat jaringan narkotika internasional ditangkap petugas di Aceh (9/6)(Foto: Antara/Syifa Yulinnas)

Badan Narkotika Nasional (BNN) mencatat, setiap hari 50 orang tewas akibat mengkonsumsi narkoba. Diperkirakan angkanya lebih besar dari itu. Penyebabnya, tak semua kasus kematian karena mengkonsumsi zat terlarang itu dilaporkan. 

Pecandu narkotika di Indonesia tercatat sebagai yang terbesar di Asia dengan perkiraan lebih 5 juta jiwa. Hampir setengah penggunanya berstatus pelajar dan mahasiswa. Pasar yang menggiurkan bagi para bandar. Tak mengherankan bila di negara lain jenis yang beredar tak sampai 5 macam, di negeri ini beredar 63 jenis narkoba.

Setiap tahun aparat menyita berton-ton bahan pembuat narkoba dan  menangani hampir 50 ribu kasus terkait peredaran dan penyalahgunaan zat terlarang.  Beratnya hukuman hingga eksekusi mati tak bikin jera para bandar juga pengedar. Penyebabnya permintaan tinggi dan uang besar di bisnis jahat ini bernilai ratusan triliun rupiah.

Mumpung 26 Juni diperingati sebagai hari Anti Narkotika Internasional, ada baiknya kita ingatkan kembali bahaya narkoba, terutama bagi generasi muda. Apalagi hukuman mati tak terbukti efektif memberantas kejahatan luar biasa ini. Mesti segera dicari cara mustajab menghentikan peredaran dan mengurangi angka pengguna. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sedang melaksanakan Program Penguatan Reformasi Kepabeanan dan Cukai (PRKC). Program ini sudah dimulai sejak Desember 2016 hingga saat ini.