Mudik

Sebanyak 35 persen dari sekitar 49 ribu hasil uji kelayakan kendaraan bus antarkota tak layak jalan. Sebagian besar karena kerusakan pada rem tangan, lampu sein, speedometer dan wiper.

Rabu, 07 Jun 2017 01:25 WIB

Ilustrasi: Jalur mudik.

Ilustrasi: Jalur mudik Tol Bawen-Salatiga di Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Foto: Antara/Aditya Pradana Putra)

Kementerian Perhubungan memperkirakan tahun ini jumlah pemudik naik hampir 5 persen. Total pemudik diperkirakan sekitar 20 juta jiwa. Kenaikan terbesar adalah pengguna  mobil pribadi yang mencapai lebih 18 persen dan pengguna motor yang mencapai hampir 14 persen. Kemenhub memberi perhatian lebih pada pemudik dengan motor. Pasalnya angka kecelakaan terbesar terjadi pada pengguna motor - mencapai sekitar 80 persen. Itu sebab Kemenhub menyediakan kereta api dan kapal laut untuk mengangkut motor pemudik.

Keselamatan pemudik memang yang utama. Apalagi dari pengujian kelayakan kendaraan bus antarkota pekan lalu, sebanyak 35 persen dari sekitar 49 ribu  bus itu tak layak jalan. Sebagian besar karena kerusakan pada rem tangan, lampu sein, speedometer dan wiper. Tak berfungsinya sejumlah hal itu rawan menyebabkan kecelakaan. Kemenhub memastikan sebelum bus digunakan untuk mengangkut pemudik, sejumlah kerusakan itu sudah diperbaiki.

Selain transportasi pemerintah juga mengantisipasi agar tak terjadi kemacetan parah di sejumlah titik seperti mudik tahun lalu. Di antaranya menambah ruas tol di Brebes Timur  dan jembatan layang di perlintasan kereta di jalur mudik pantai utara jawa. Dengan sejumlah tambahan itu diharapkan kemacetan puluhan jam seperti tahun lalu tak lagi terulang.

Di atas kertas, sejumlah rencana tindakan dan rencana  antisipasi itu tampaknya akan mampu menekan angka kecelakaan dan mengatasi kemacetan. Meski begitu, pemerintah sepatutnya juga mempersiapkan rencana  darurat untuk  berjaga dari peristiwa yang tak bisa diprediksi seperti bencana. Koordinasi dengan pemerintah daerah juga mesti ditingkatkan demi  memastikan dari keberangkatan hingga ke tempat tujuan pemudik bisa berlangsung dengan aman dan nyaman. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang