Julia Perez

Kalau kesadaran itu tidak ada, maka Indonesia akan kehilangan momentum ledakan penduduk pada 2030 kelak.

Senin, 12 Jun 2017 00:04 WIB

Pemakaman Julia Perez.

Keluarga aktris Julia Perez membawa foto almarhumah saat akan memakamkan jenazah di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur. Aktris Julia Perez meninggal pada Sabtu (10/6) akibat kanker serviks yang dideritanya. (Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

ARTIKEL TERKAIT

Lewat Julia Perez, juga Yana Zein, masyarakat mendapatkan momentum untuk mencegah kanker sejak dini. Tanpa kita sadari, jumlah penderita kanker makin banyak, usianya pun kian muda. Kanker payudara dan kanker leher rahim pun secara bergantian menempati posisi di lima besar sebagai pembunuh perempuan. Kesamaannya jelas: masih belum adanya kesadaran untuk melakukan deteksi dini. Alhasil, begitu ketahuan, sudah stadium lanjut. Ketika stadium lanjut, maka dampak psikologis juga biaya kesehatan semakin besar.

Pemerintah sudah membuat Jaminan Kesehatan Nasional yang berlaku untuk semua. Tapi itu pun belum semuanya bisa gratis – misalnya, tak semua obat ditanggung negara. Belum lagi hal-hal lainnya: beban akibat pendamping si sakit yang tak bisa bekerja, ongkos transportasi dan makan selama berobat, dan lainnya. Data per 1 Juni 2017 menunjukkan kalau negara menanggung 92 juta jiwa peserta Penerima Bantuan Iuran – dananya diambil dari APBN.

Artinya, sakit itu sungguh mahal; bagi diri sendiri maupun negara. Karena itu penting ada kesadaran mencegah penyakit berat macam kanker yang menguras kantong dan energi. Kalau kesadaran itu tidak ada, maka Indonesia akan kehilangan momentum ledakan penduduk pada 2030 kelak. Pembangunan di tanah air tidak akan berjalan jika anak mudanya sakit-sakitan, tak lagi berkontribusi sebagai sumber daya yang produktif.

Kementerian Kesehatan memastikan, pemeriksaan kesehatan payudara dan leher rahim ditanggung dalam pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional. Karena itu, tak boleh lagi perempuan ragu atau takut memeriksakan diri sejak dini. Pengetahuan baru yang kita dapat soal kanker hendaknya jadi momentum kesadaran untuk memelihara kesehatan sebaik mungkin.  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang