Foto: Antara

Mulai besok, Panitia Seleksi calon pimpinan KPK akan melakukan penjaringan peserta seleksi ke daerah. Harapannya, proses seleksi ini bisa sampai ke publik yang luas, juga ke kelompok ahli dan kalangan profesional. Ini juga diharapkan bisa mencatat agenda pemberantasan korupsi di daerah.

Sampai Jumat lalu sudah 72 orang yang mendaftar. Kepolisian akan mengajukan tiga calon, sementara Kejaksaan Agung masih pikir-pikir. alangan LSM anti korupsi, gerilya juga terjadi untuk memasukkan nama terbaik ke lembaga yang masih jadi harapan banyak orang ini.

KPK adalah lembaga negara yang belakangan paling sering kena gempur. Kiri kanan depan belakang. Ketegangan demi keteganan dengan Kepolisian terjadi sementara kekuatan KPK juga terus rontok dengan pejabat-pejabatnya yang dikriminalisasi. Fakta ini sudah jadi perbincangan publik sejak beberapa bulan lalu. Sekarang tiba waktunya untuk memilih anggota KPK yang baru dan fakta tersebut bisa jadi membuat tugas makin sulit.

Menjadi anggota KPK sama seperti jadi martir. Siap mati, siap bertempur dengan semangat dan energi penuh. Lawan yang menanti adalah mereka yang punya tahta dan harta. Dan keduanya bisa “membeli” kekuatan besar untuk menggempur balik KPK. Itu yang sudah terjadi, itu juga yang membuat gentar.

Kita masih butuh KPK yang tangguh untuk melawan para koruptor. Para penegak hukum di Kepolisian dan Kejaksaan Agung sampai saat ini belum bisa membuktikan dirinya mampu melawan korupsi di dalam tubuhnya sendiri. Korupsi adalah kejahatan luar biasa yang bisa meruntuhkan bangsa ini jika terus dibiarkan. Dan tentu kita tidak mau ini terjadi.

Kerja Pansel KPK saat ini adalah ujian awal. Sembilan srikandi ini harus membuktikan diri mereka independen dan tegas terhadap aneka titipan nama yang mungkin, atau sudah, datang. Mereka yang namanya masuk dan disaring Pansel KPK adalah harapan Indonesia bebas korupsi di masa mendatang – harapan yang mungkin terasa jauh, tapi harus terus disemai dan diupayakan. Kita tidak mau KPK hanya terdiri dari titipan anu dan itu. Kita ingin KPK yang lebih kuat sehingga bisa melawan para pembesar yang menggerogoti negara dari dalam.
 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!