Saudara

“Selesaikan saat api masih kecil, segera padamkan. Kita saudara, sebangsa dan setanah air".

Rabu, 24 Mei 2017 10:30 WIB

Presiden Jokowi saat bertemu dengan tokoh lintas agama yang tergabung dalam Asosiasi Forum Komunikasi Umat Beragama, di Istana, Bogor, Jabar, Selasa (23/5). (Foto: Setkab/Agung)

Kita ini saudara. Begitu pidato Presiden Joko Widodo di depan asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Jokowi menitipkan pesan pada mereka agar membantu menyelesaikan permasalahan antarumat.“Selesaikan saat api masih kecil, segera padamkan. Kita saudara, sebangsa dan setanah air,” kata Presiden di Istana Kepresiden Bogor, kemarin.

Jokowi menaruh harapan para tokoh FKUB  yang berasal dari berbagai daerah itu memberi pemahaman yang benar pada warganya dalam menyikapi isu. Pasalnya menurut Jokowi, berbagai gejolak yang terjadi kerap karena adanya kepentingan politik. Dia meminta kembali pada tujuan pembentukan negara, menciptakan kesejahteraan umum, dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Pernyataan senada juga disampaikan Gubernur  Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi saat membuka Konferensi Nasional FKUB pada 3 hari lalu di Medan. Kata dia, kerukunan umat menjadi  faktor penting  mencapai kesejahteraan hidupJaga tali persaudaraan, kekeluargaan, kerukunan, perdamaian dan ketentraman serta kebersamaan,” begitu pesan gubernur.

Apa yang disampaikan petinggi pemerintahan di pusat dan daerah itu sepatutnya menjadi perhatian bersama. Sudah terlalu lama dan  berlarut-larut keriuhan yang mengarah pada perpecahan itu. Tak ada lagi semangat persaudaraan sebangsa setanah air. Kebencian direproduksi sedemikian rupa, disebarkan melalui berbagai cara.

Itu sebab, Gubernur Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja alias Ahok memutuskan untuk mencabut banding. Dia tak ingin dukungan padanya di berbagai kota dalam dan luar negeri bisa  malah memperkuat perpecahan dan berujung benturan. Untuk kebaikan bagi semangat berbangsa dan bernegara, begitu kata Ahok melalui istrinya Veronica Tan yang terisak membacakan surat yang dikirim dari penjara.

Pernyataan dan keteladanan seperti itu sepatutnya terus direproduksi. Ketika penghormatan terhadap sesama ada tanpa memandang SARA, maka  semangat kita saudara, sebangsa dan setanah air menemukan tempat yang tepat.  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.